Pengaruh Upah minimum Kabupaten/Kota (UMK), Pertumbuhan ekonomi, Inflasi terhadap Pengangguran Terbuka di Jawa Tengah tahun 2004-2009

Kristiyana , 7450407059 (2011) Pengaruh Upah minimum Kabupaten/Kota (UMK), Pertumbuhan ekonomi, Inflasi terhadap Pengangguran Terbuka di Jawa Tengah tahun 2004-2009. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF (“Pengaruh Upah minimum Kabupaten/Kota (UMK), Pertumbuhan ekonomi, Inflasi terhadap Pengangguran Terbuka di Jawa Tengah tahun 2004-2009) - Submitted Version
Download (1136Kb)

    Abstract

    Jawa Tengah memiliki jumlah pengangguran terbuka yang tinggi, jumlah pengangguran terbuka di Jawa Tengah pada tahun 2009 mengalami peningkatan dengan jumlah 1.252.267 orang. Permasalahan dalam skripsi ini yaitu bagaimana pengaruh upah minimum Kabupaten/Kota (UMK), pertumbuhan ekonomi dan inflasi terhadap pengangguran terbuka. Tujuan penelitian ini yaitu 1) untuk mengidentifikasi pengaruh upah minimum Kabupaten/Kota, pertumbuhan ekonomi dan inflasi terhadap pengangguran terbuka, 2) menganalisis pengaruh UMK, pertumbuhan ekonomi dan inflasi terhadap pengangguran terbuka di Jawa Tengah 3) merumuskan dan merekomendasikan langkah yang diambil untuk mengurangi jumlah pengangguran terbuka. Objek penelitian ini dilakukan pada Kabupaten/Kota di Jawa Tengah periode tahun 2004-2009. Teknik pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi dengan jenis data yang digunakan adalah data panel (deret waktu dan deret hitung). Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi data panel dengan menggunakan bantuan program Eviwes 6. Hasil analisis data menunjukan bahwa nilai F statistik sebesar 84,82667 dan angka signifikansinya sebesar 0,0000 (0,0000 < 0,05) itu berarti secara bersama-sama variabel UMK, pertumbuhan ekonomi dan inflasi berpengaruh signifikan terhadap pengangguran terbuka di Jawa Tengah. Sedangkan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,948045 itu artinya variasi pengangguran terbuka (Y) sebesar 94,80% dipengaruhi oleh variasi UMK, pertumbuhan ekonomi dan inflasi dan sisanya sebesar 5,20% dipengaruhi oleh faktor lain. Secara parsial variabel independen yaitu Upah Minimum Kabupaten/Kota(UMK) dan pertumbuhan ekonomi berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengangguran terbuka, sedangkan inflasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pengangguran terbuka, dengan adanya permintaan agregat akan menaikan produksi dan terjadi penyerapan tenaga kerja yang berdampak pada menurunya pengangguran. Kesimpulan penelitian ini adalah ada pengaruh antara upah minimum Kabupaten/Kota (UMK), pertumbuhan ekonomi dan inflasi terhadap pengangguran terbuka di Jawa Tengah. Saran dalam penelitian ini adalah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mampu mengurangi jumlah pengangguran terbuka sebaiknya pemerintah menfokuskan pada sektor yang menyerap tenaga kerja seperti pertanian yang mempunyai potensi lebih besar untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Dalam penetapan upah minimum seharusnya dipertimbangkan secara benar sesuai dengan peraturan serta harus tetap menjaga kesejahteraan pekerja dan tidak merugikan pengusaha.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Upah minimum Kabupaten/Kota (UMK), Pertumbuhan ekonomi, inflasi, Pengangguran terbuka
    Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
    H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
    H Social Sciences > HG Finance
    Fakultas: Fakultas Ekonomi > Ekonomi Pembangunan, S1
    Depositing User: eko handoyo perpustakaan
    Date Deposited: 08 Dec 2011 02:34
    Last Modified: 25 Apr 2015 04:04

    Actions (login required)

    View Item