KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DAN FASILITAS BELAJAR PENGARUHNYA TERHADAP KEMAMPUAN MENGETIK SISTEM 10 JARI BUTA SISWA KELAS X PROGRAM KEAHLIAN ADMINISTRASI PERKANTORAN DI SMK NEGERI 1 PEMALANG

Nur Aeni Yuniarsih, 7101406598 (2011) KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DAN FASILITAS BELAJAR PENGARUHNYA TERHADAP KEMAMPUAN MENGETIK SISTEM 10 JARI BUTA SISWA KELAS X PROGRAM KEAHLIAN ADMINISTRASI PERKANTORAN DI SMK NEGERI 1 PEMALANG. Under Graduates thesis, UNNES.

Abstract

Yuniarsih, Nur Aeni. 2010. Kompetensi Profesional Guru Dan Fasilitas Belajar Pengaruhnya Terhadap Kemampuan Mengetik Sistem 10 Jari Buta Siswa Kelas X Program Keahlian Administrasi Perkantoran di SMK Negeri 1 Pemalang. Skripsi. Jurusan manajemen. Fakultas ekonomi. Universitas negeri semarang. Pembimbing I. Drs. Ade Rustiana, M.Si. II Nina Oktarina, S.Pd M.Pd. Kata Kunci : Kompetensi Profesional Guru, Fasilitas Belajar, Dan Kemampuan Mengetik Sistem 10 Jari Buta. Kompetensi profesional artinya guru harus memiliki pengetahuan yang luas dari subject matter (bidang studi) yang akan diajarkan serta penguasaan metode dalam arti memiliki konsep teoritis mampu memilih metode dalam proses belajar mengajar. Guru yang kompeten akan lebih mampu menciptakan lingkungan belajar yang efektif, menyenangkan, dan akan lebih mampu mengelola kelas, sehingga belajar siswa berada pada tingkat optimal. Fasilitas belajar adalah sarana dan prasarana. Dengan didukung adanya fasilitas belajar mengajar yang memadai di sekolah berupa peralatan dan perlengkapan mengetik maka akan memperoleh hasil belajar berupa kemampuan mengetik sistem 10 jari buta cenderung lebih baik. Kenyataan bahwa kompetensi profesional guru dan fasilitas belajar yang telah baik ini mendorong penulis untuk melakukan penelitian dengan judul “Kompetensi Profesional Guru Dan Fasilitas Belajar Pengaruhnya Terhadap Kemampuan Mengetik Sistem 10 Jari Buta Siswa Kelas X Program Keahlian Administrasi Perkantoran Di SMK Negeri 1 Pemalang”. Permasalahan dalam penelitian ini adalah adakah pengaruh kompetensi profesional guru dan fasilitas belajar terhadap kemampuan mengetik sistem 10 jari buta baik secara parsial ataupun simultan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara kompetensi profesional guru dan fasilitas belajar terhadap kemampuan mengetik sistem 10 jari buta siswa kelas X program keahlian administrasi perkantoran di SMK negeri 1 Pemalang baik secara parsial ataupun simultan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X program keahlian administrasi perkantoran dengan jumlah 80 siswa, penelitian ini disebut penelitian populasi. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas yaitu kompetensi prfesional guru (X1), dan fasilitas belajar (X2), serta variabel terikat yaitu kemampuan mengetik sistem 10 jari buta (Y). Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode kuesioner (angket), tes dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskripsi persentase dan regresi linier berganda. Hasil penelitian dengan menggunakan SPSS 12 diperoleh persamaan regresi berganda Y = 39,880 + 0,140X1 + 0,168X2. Uji keberartian persamaan regresi dengan uji F diperoleh F hitung = 19,494 dengan nilai signifikansi = 0,000 < 0,05 yang berarti secara simultan ada pengaruh positif dan signifikan antara kompetensi profesional guru, dan fasilitas belajar terhadap kemampuan mengetik sistem 10 jari buta. Hasil uji parsial diperoleh t hitung = 2,126 dengan nilai signifikansi 0,037 < 0,05 hal ini berarti ada pengaruh secara signifikan antara X1 terhadap Y, thitung = 2,119 dengan nilai signifikansi antara 0,037 < 0,05 hal ini berarti ada pengaruh secara signifikan antara X2 terhadap Y. Simpulan bahwa kompetensi profesional guru memiliki pengaruh terhadap kemampuan mengetik sistem 10 jari buta. Fasilitas belajar memiliki pengaruh terhadap kemampuan mengetik sistem 10 jari buta. Kompetensi profesional guru dan fasilitas belajar secara bersama-sama memiliki pengaruh terhadap kemampuan mengetik sistem 10 jari buta. Saran yang dapat diberikan dalam penelitian ini mengenai kompetensi profesional guru adalah guru perlu meningkatkan lagi kompetensi profesionalnya terutama pada kompetensi profesional sebagai pengganjar yaitu dengan meningkatkan keterampilan cara memberikan penghargaan terhadap anak-anak yang berprestasi, serta meningkatkan kompetensi profesional sebagai penanya yaitu dengan meningkatkan keterampilan cara bertanya yang merangsang kelas berpikir dan cara memecahkan masalah, dalam hal ini guru hendaknya mengadakan tanya jawab dalam proses belajar mengajar agar siswa lebih aktif dan kreatif. Mengenai fasilitas belajar, bahwa pihak sekolah perlu menyediakan buku literatur terbitan terbaru dan mengupayakan bagaimana cara agar siswa tidak merasa terganggu karena letak laboratorium yang dekat dengan jalan raya contohnya dengan penggunaan alat peredam suara di laboratorium praktek mengetik sehingga tidak mengganggu konsentrasi kegiatan belajar mengajar.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor
Fakultas: Fakultas Ekonomi > Manajemen, S1
Depositing User: Purwoko Bayu Pranowo fisika
Date Deposited: 02 Dec 2011 20:23
Last Modified: 02 Dec 2011 20:23

Actions (login required)

View Item