Perbandingan Produksi Lahan Pertanian Sawah, Pertanian Palawija dan Industri Batu Bata Di Kecamatan Karangdadap Kabupaten Pekalongan

Haris Muawan, 3250405003 (2011) Perbandingan Produksi Lahan Pertanian Sawah, Pertanian Palawija dan Industri Batu Bata Di Kecamatan Karangdadap Kabupaten Pekalongan. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

Abstract

Haris Muawan, 3250405003, 2010, “Perbandingan Produksi Lahan Pertanian Sawah, Pertanian Palawija dan Industri Batu Bata Di Kecamatan Karangdadap Kabupaten Pekalongan, Skripsi, Jurusan Geografi, FIS UNNES, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang. Kata Kunci: Produksi Lahan Pertanian Sawah, Pertanian Palawija dan Industri Batu Bata. Sektor pertanian sebagai salah satu mata pencaharian penduduk ternyata tidak lagi di isi oleh golongan muda, pada umumnya golongan muda di pedesaan sudah tidak terlalu tertarik kerja di pertanian. Oleh karena itu tenaga kerja muda di Jawa umumnya lebih tertarik untuk bekerja sebagai buruh industri atau buruh di luar sektor pertanian, oleh karena itu dalam usaha pengembangan lapangan pekerjaan di pedesaan khususnya di Jawa lebih diutamakan pada lapangan pekerjaan non pertanian. industrialisasi diperkirakan pula dapat mengatasi masalah kesempatan kerja yang makin sempit disektor pertanian. Ada alasan yang lebih rasional mengapa sektor industri dianggap lebih penting dikembangkan dari pada sektor pertanian, pertama, karena penanaman modal disektor pertanian kurang menguntungkan. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah: (1) Perbandingan produksi per satuan unit lahan untuk kegiatan pertanian sawah, pertanian palawija dan industri batu bata, (2) Pendapatan petani sawah, palawija dan industri batu bata. Penelitian ini bertujuan: (1) ingin mengetahui perbandingan produksi antara pertanian sawah, pertanian palawija dan industri batu bata, (2) Peneliti ingin mengetahui pendapatan yang dihasilkan per satuan unit lahan antara pertanian sawah, pertanian palawija dan industri batu bata. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani yang menggarap lahan pertanian sawah maupun pertanian palawija dan tenaga kerja industri batu bata di Kecamatan Karangdadap Kabupaten Pekalongan. Jumlah keseluruhan tenaga kerja adalah 223 yang diambil sampel ada 57 orang dengan cara pengambilan sempel menggunakan sampel random atau acak. Variabel dalam penelitian ini yaitu Jumlah produksi dihasilkan dari produksi pertanian sawah , pertanian palawija dan industri batu bata, pendapatan petani penggarapan lahan pertanian sawah, pertanian palawija dan tenaga kerja industri batu bata, karakteristik rumah tangga. Metode penelitian menggunakan metode pemilihan lokasi, metode observasi, metode dokumentasi, metode angket, metode wawancara dan metode studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah produksi pertanian sawah di Desa Pagumenganmas dapat menghasilkan 3,16 ton/ha/tahun kemudian untuk pertanian palawija ada 3 jenis pertanian yaitu jagung dengan jumlah produksi 4,9 ton/ha/tahun, kacang tanah 3,06 ton/ha/tahun, dan ketela pohon 3,58 ton/ha/tahun, untuk industri batu bata dalam satu tahun dapat menghasilkan 2.970.873 buah batu bata. Kemudian untuk pendapatan petani sawah per bulan mencapai Rp. 680.416, petani palawija mencapai Rp. 503.652 dan pengrajin industri batu bata sebesar Rp 3.438.511. Berdasarkan hasil penelitian di atas, dapat disimpulkan bahwa Pertanian sawah di Desa Pagumenganmas merupakan lahan sawah yang paling produktif di Kecamatan

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Produksi Lahan Pertanian Sawah, Pertanian Palawija dan Industri Batu Bata
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General)
Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Geografi, S1
Depositing User: Users 3313 not found.
Date Deposited: 02 Dec 2011 20:25
Last Modified: 02 Dec 2011 20:25

Actions (login required)

View Item