KLASIFIKASI LELEMBUT DALAM CERITA ALAMING LELEMBUT DI MAJALAH PANJEBAR SEMANGAT

Ellysa Purwaningsih, 2102406540 (2011) KLASIFIKASI LELEMBUT DALAM CERITA ALAMING LELEMBUT DI MAJALAH PANJEBAR SEMANGAT. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang(UNNES).

This is the latest version of this item.

Abstract

Sari Purwaningsih, Ellysa. 2010. Klasifikasi Lelembut Dalam Cerita Alaming Lelembut di Majalah Panjebar Semangat. Skripsi. Bahasa dan Sastra Jawa. FBS. Unnes. Pembimbing I Dr. Teguh Supriyanto, M. Hum., Pembimbing II Sucipto Hadi Purnomo, S. Pd, M. Pd. Kata Kunci: Klasifikasi, Cerita Alaming Lelembut. Alaming Lelembut sebagai wujud karya sastra turut mengisi majalah Panjebar Semangat. Rubrik berisi cerita horor tersebut memiliki daya tarik tersendiri bagi para pembaca. Berbagai cerita yang telah diterbitkan memuat variasi peristiwa yang menarik untuk dibaca. Suasana yang diciptakan biasanya tidak asing bagi masyarakat Jawa, terutama tokoh hantu yang diciptakan oleh pengarang. Tiap penulis mempunyai cara tersendiri dalam mendiskripsikan sebuah tokoh hantu yang sama sekalipun, sehingga banyak klasifikasi hantu yang dihasilkan dalam rubrik tersebut. Keterangan tersebut merupakan hal yang melatarbelakangi penelitian ini. Berdasarkan keterangan di atas, rumusan masalah yang perlu mendapatkan penyelesaian adalah mengidentifikasi klasifikasi lelembut dalam cerita Alaming Lelembut di majalah Panjebar Semangat. Hal tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat secara teoretis dan praktis. Manfaat teoretis yang dimaksud adalah dapat memperkaya ruang lingkup ilmu sastra, terutama tentang klasifikasi lelembut. Manfaat praktis penelitian ini adalah dapat memberikan masukan yang bermakna dalam penglasifikasian lelembut pada majalah Panjebar Semangat. Teori yang digunakan adalah teori struktural. Dibantu oleh teori resepsi sastra, diharapakan dapat menghasilkan penelitian yang relevan dan akurat. Peneliti juga menyertakan pengertian nama makhluk halus, misalnya 1) memedi, 2) lelembut, 3) tuyul, 4) dhemit, dan 4) dhayang sebagai dasar mengidentifikasi tokoh lelembut dalam rubrik Alaming Lelembut. Sesuai dengan teori yang digunakan, pendekatan pragmatik merupakan pendekatan yang tepat dalam penelitian ini. Temuan sebagai hasil penelitian ini berupa penggolongan makhluk halus dalam bentuk fisik dan non fisik. Penggolongan fisik terbagai atas empat jenis, yaitu 1) memedi gendruwo memiliki tubuh yang besar, 2) golongan lelembut memiliki wujud fisik yang menyerupai binatang, 3) golongan dhemit memiliki perwujudan sesuai tempat yang dihuni, dan 4) golongan dhanyang memiliki wujud seperti manusia biasa. Penggolongan non fisik terdiri atas lima jenis, yaitu 1) memedi, 2) lelembut, 3) tuyul, 4) dhemit, dan 4) dhayang. Berbagai cerita yang menjadi bahan penelitian ternyata tidak hanya memuat sisi negatif, melainkan juga memiliki sisi positif. Hal tersebut kembali pada kecermatan pembaca dalam memahami jalinan peristiwa, maupun makna yang diinginkan pengarang dalam sebuah cerita.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Klasifikasi, Cerita Alaming Lelembut.
Subjects: P Language and Literature > PZ Childrens literature
Fakultas: Fakultas Bahasa dan Seni > Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa (S1)
Depositing User: syaiful imam fisika
Date Deposited: 29 Nov 2011 00:16
Last Modified: 29 Nov 2011 00:16

Available Versions of this Item

Actions (login required)

View Item