KETIDAKADILAN GENDER DALAM NOVEL TIGA ORANG PEREMPUAN KARYA MARIA A. SARDJONO


Febri Sabarianingsih , 3501406554 (2011) KETIDAKADILAN GENDER DALAM NOVEL TIGA ORANG PEREMPUAN KARYA MARIA A. SARDJONO. Under Graduates thesis, universitas negeri semarang.

Warning
There is a more recent version of this item available.
[thumbnail of KETIDAKADILAN GENDER DALAM NOVEL TIGA ORANG PEREMPUAN KARYA MARIA A. SARDJONO]
Preview
PDF (KETIDAKADILAN GENDER DALAM NOVEL TIGA ORANG PEREMPUAN KARYA MARIA A. SARDJONO) - Published Version
Download (119kB) | Preview

Abstract

Sabarianingsih, Febri, 2010. Ketidakadilan Gender Dalam Novel Tiga Orang Perempuan Karya Maria A. Sardjono. Skripsi. Jurusan Sosiologi dan Antropologi. Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I: Dr. Tri Marhaeni Puji Astuti, M.Hum, Pembimbing II: Martien Herna S, S. Sos. M. Si. 169 halaman. Kata Kunci: Ketidakadilan Gender, Perempuan, Novel Konstruksi budaya Jawa yang menempatkan perempuan sebagai makhluk kedua tampaknya masih mengakar kuat di masyarakat Jawa dan sukar berubah karena dapat berakibat pada timbulnya bentuk ketidakadilan gender seperti subordinasi, stereotip (pelabelan), kekerasan terhadap perempuan, dan beban ganda. Fenomena ketidakadilan gender yang terjadi pada perempuan tidak hanya tergambar dalam kehidupan nyata akan tetapi fenomena tersebut juga digambarkan seperti dalam sastra yaitu novel. Kesusastraan merupakan potret yang melukiskan masyarakat, analisa sosial yang menyiasati perubahan-perubahan masyarakat, dan kadang-kadang menyuguhkan filsafat yang memberi landasan penilaian tentang apa yang sesungguhnya dan terjadi. Gambaran tentang perempuan Jawa diungkapkan dalam karya sastra, salah satu diantaranya adalah novel Tiga Orang Perempuan Karya Maria A. Sardjono. Permasalahan yang dikaji adalah: (1) Bagaimana citra perempuan Jawa dalam novel Tiga Orang Perempuan Karya Maria A. Sardjono ?, (2) Apakah dalam novel Tiga Orang Perempuan Karya Maria A. Sardjono menggambarkan ketidakadilan gender ? Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mengetahui citra perempuan Jawa dalam novel Tiga Orang Perempuan Karya Maria A. Sardjono, (2) Mengungkap fenomena ketidakadilan gender dalam novel Tiga Orang Perempuan Karya Maria A. Sardjono. Manfaat yang dapat diperoleh dari penulisan skripsi ini adalah (1) Bahan pilihan dalam memperkaya referensi tentang permasalahan yang berkaitan dengan ketidakadilan gender yang terjadi pada perempuan karena konstruksi budaya yang dibingkai dalam karya sastra, (2) Memberikan alternatif data untuk kajian lanjutan atau penulisan karya ilmiah selanjutnya, (3) Dapat memperluas wacana mahasiswa berkaitan dengan permasalahan ketidakadilan gender dan membuka pikiran mahasiswa agar sensitif gender, (4) Dapat dijadikan acuan awal bagi mahasiswa untuk menganalisis novel-novel sejenis. Metode yang digunakan penulis adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah novel Tiga Orang Perempuan karya Maria Sardjono. Penelitian ini memfokuskan pada teks sastra yang mengandung unsur-unsur yang mencerminkan citra perempuan Jawa dan bentuk-bentuk ketidakadilan gender yang dialami tokoh tiga orang perempuan sebagai perempuan Jawa dalam novel Tiga Orang Perempuan karya Maria Sardjono. Pengumpulan data dilakukan dengan cara studi pustaka, membaca novel, memilah, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis tekstual, kontekstual, tematis, interpretatif dengan pendekatan teori gender, sosiologi sastra dan sosiolinguistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Citra perempuan Jawa yang harus nrimo, pasrah, halus, sabar, setia, dan berbakti dalam novel Tiga Orang Perempuan karya Maria Sardjono telah mencerminkan satu gambaran sejarah budaya yang berkaitan dengan stratifikasi sosial, pola kekuasaan, dan inferioritas terhadap perempuan Jawa yang masih belum banyak berubah dan menyebabkan munculnya berbagai bentuk ketidakadilan gender, hal ini sudah mengakar kuat dalam pola pikir masyarakat yang dilanggengkan melalui proses pewarisan budaya dengan cara sosialisasi dan internalisasi yang sulit untuk dirubah dan dianggap sebagai suatu kewajaran. Simpulan yang dihasilkan adalah pencitraan masyarakat terhadap perempuan Jawa yang dipengaruhi oleh konstruksi sosial budaya masyarakat yang telah terbentuk pada masyarakat Jawa menyebabkan munculnya berbagai bentuk ketidakadilan gender yang terdapat dalam sastra dan hal tersebut sudah mengakar kuat dalam pola pikir masyarakat. Saran yang diberikan penulis bagi mahasiswa lebih membuka wacana pemahaman tentang permasalahan ketidakadilan gender karena konstruksi sosial budaya yang dibingkai dalam karya sastra. Bagi mahasiswa dapat dijadikan awal untuk menganalisis novel-novel sejenis yang mengangkat permasalahan ketidakadilan gender karena pola pikir yang sudah mengakar kuat dalam budaya patriarki agar tidak mengalami bentuk-bentuk ketidakadilan gender terus-menerus.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Ketidakadilan Gender, Perempuan, Novel
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology
Z Bibliography. Library Science. Information Resources > Z004 Books. Writing. Paleography
Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Sosiologi dan Antropologi, S1
Depositing User: Users 3258 not found.
Date Deposited: 21 Nov 2011 01:26
Last Modified: 23 Nov 2011 07:45
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/9004

Available Versions of this Item

Actions (login required)

View Item View Item