Hubungan Pengembangan Obyek Wisata Terhadap Peningkatan Kunjungan Wisatawan di Kawasan Obyek Wisata Jatipohon Kecamatan Grobogan Kabupaten Grobogan


Afi Rahmawati, 3250404021 (2011) Hubungan Pengembangan Obyek Wisata Terhadap Peningkatan Kunjungan Wisatawan di Kawasan Obyek Wisata Jatipohon Kecamatan Grobogan Kabupaten Grobogan. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[thumbnail of Hubungan Pengembangan Obyek Wisata Terhadap Peningkatan Kunjungan Wisatawan di Kawasan Obyek Wisata Jatipohon Kecamatan Grobogan Kabupaten Grobogan]
Preview
PDF (Hubungan Pengembangan Obyek Wisata Terhadap Peningkatan Kunjungan Wisatawan di Kawasan Obyek Wisata Jatipohon Kecamatan Grobogan Kabupaten Grobogan) - Published Version
Download (120kB) | Preview

Abstract

Afi Rahmawati. 2010. Hubungan Pengembangan Obyek Wisata Terhadap Peningkatan Kunjungan Wisatawan di Kawasan Obyek Wisata Jatipohon Kecamatan Grobogan Kabupaten Grobogan. Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang. Halaman 68. Kata Kunci : Hubungan, Pengembangan Obyek Wisata, kunjungan wisatawan. Pada saat ini industri pariwisata berkembang dengan pesat dan memiliki kontribusi yang penting dalam proses pembangunan bangsa. Seperti juga Kawasan Obyek Wisata Jatipohon yang dalam proses pengembangannya secara bertahap sehingga bisa meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan. Rumusan masalah yang akan diungkap dalam penelitian ini adalah apakah bentuk pengembangan yang dilakukan di Kawasan Obyek Wisata Jatipohon serta bagaimanakah hubungan pengembangannya terhadap peningkatan kunjungan wisata. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bentuk pengembangan dan mengetahui hubungan pengembangan terhadap peningkatan kunjungan wisatan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wisatawan yang berkunjung, pengelola, masyarakat di Kawasan Obyek Wisata Jatipohon. Sampel yang diambil yaitu wisatawan yang berkunjung di Kawasan Obyek Wisata Jatipohon yang pada saat penelitian wisatawan tersebut berada dilokasi penelitian, sampel yang diambil berjumlah 60 responden. Metode pengambilan sampel menggunakan metode yaitu insidental sampling. Data primer diperoleh melalui angket atau kuesioner, penelitian secara langsung atau observasi dan wawancara dengan para wisatawan dan pengelola, serta dokumentasi. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan metode deskriptif persentase. Berdasarkan hasil penelitian terdapat lima faktor yang berperan dalam pengembangan objek wisata jatipohon faktor-faktor tersebut meliputi: atraksi, sarana prasarana, transportasi, akomadasi, fasilitas dan pelayanan.. Berdasarkan hasil observasi dapat diketahui faktor atraksi merupakan faktor utama dalam pengembangan objek wisata jatipohon, dengan banyaknya macam atraksi maka makin sering wisatan yang berkunjung di kawasan obyek wisata jatipohon. Setelah ada pengembangan, di kolam renang telah direnovasi serta goa yang sekarang sudah tertata. Sarana prasarana juga berperan aktif dalam peningkatan kunjungan wisatawan. Dalam pengembangan Kawasan Obyek Wisata Jatipohon telah dibangun tempat ibadah yang sesuai untuk wisatawan yang ada di obyek wisata. Pada tahun 2005-2009 telah dibangun beberapa sarana prasana yang mendukung misalnya: parkir yang sudah cukup luas, kondisi sanitasi yang cukup terpenuhi, kondisi gazebo yang cukup baik akan tetapi tingkat kebersihan di Kawasan Obyek Wisata Jatipohon belum terjaga dengan baik hal ini terlihat dari sampah-sampah yang masih terlihat berserakan di Kawasan Obyek Wisata Jatipohon. Transportasi terutama setelah adanya perbaikan jalan pada tahun 2007, pada tahun 2005 hanya jalan makadam telah diperbaiki menjadi aspal/beton setapak. Serta adanya perumahan perhutani yang dijadikan vila atau penginapan diarea kawasan obyek wisata jatipohon. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bentuk pengembangan yang dilakukan di Kawasan Obyek Wisata Jatipohon yang meliputi atraksi, sarana dan prasarana, akomodasi, transportasi, fasilitas dan pelayanan sudah dikembangkan dengan baik akan tetapi dalam hal kebersihan obyek wisata masih kurang baik atau kurang terjaga. Saran kepada pengelola sebaiknya kebersihan kawasan obyek wisata jatipohon perlu diperhatikan lagi. Karena diarea obyek masih banyak terlihat sampah-sampah yang berserakan, semua itu disebabkan belum banyak tersedianya bak pembuangan sampah.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Hubungan, Pengembangan Obyek Wisata, kunjungan wisatawan
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General)
Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Geografi, S1
Depositing User: Users 3313 not found.
Date Deposited: 20 Nov 2011 11:45
Last Modified: 20 Nov 2011 11:45
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/8681

Actions (login required)

View Item View Item