Implementasi Kebijakan Sepuluh Program Unggulan Puskesmas Dalam Pelayanan Kesehatan Masyarakat (Kasus Puskesmas Bendan Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan)


Amalia Marliza, 3501406552 (2011) Implementasi Kebijakan Sepuluh Program Unggulan Puskesmas Dalam Pelayanan Kesehatan Masyarakat (Kasus Puskesmas Bendan Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan). Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[thumbnail of Implementasi Kebijakan Sepuluh Program Unggulan Puskesmas Dalam Pelayanan Kesehatan Masyarakat (Kasus Puskesmas Bendan Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan)]
Preview
PDF (Implementasi Kebijakan Sepuluh Program Unggulan Puskesmas Dalam Pelayanan Kesehatan Masyarakat (Kasus Puskesmas Bendan Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan)) - Published Version
Download (123kB) | Preview

Abstract

Marliza, Amalia. 2010. Implementasi Kebijakan Sepuluh Program Unggulan Puskesmas Dalam Pelayanan Kesehatan Masyarakat (Kasus Puskesmas Bendan Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan). Jurusan Sosiologi Dan Antropologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I: Dra. Rini Iswari, Msi. dan Pembimbing II : Kuncoro Bayu Prasetyo, S. Ant, M. A. 126 hlm. Kata Kunci: Implementasi Kebijakan, Program Puskesmas, Kesehatan Masyarakat. Departemen Kesehatan RI sejak tahun 2010 telah mengeluarkan sebuah program berkaitan dengan pelayanan kesehatan masyarakat, yaitu sepuluh program unggulan Puskesmas. Sepuluh program unggulan Puskesmas bertujuan untuk meningkatkan kondisi pelayanan Puskesmas terhadap masyarakat di seluruh pelosok Indonesia karena Puskesmas merupakan program terdepan pelayanan kesehatan masyarakat. Salah satu Puskesmas yang sedang menjalankan kebijakan program unggulan puskesmas adalah Puskesmas Bendan Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan. Implementasi kebijakan sepuluh program unggulan Puskesmas tentu akan memunculkan berbagai permasalahan di lapangan sehingga penelitian ini berusaha melihat bagaimana implementasi kebijakan sepuluh program unggulan Puskesmas di lapangan, khususnya di Puskesmas Bendan. Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana implementasi kebijakan sepuluh program unggulan Puskesmas di Puskesmas Bendan Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan. 2) Faktor pendorong dan penghambat apa saja yang dihadapi Puskesmas Bendan dalam mengimplementasikan kebijakan program puskesmas dari Pemerintah. Penelitian ini bertujuan: 1) Untuk mengetahui implementasi kebijakan sepuluh program unggulan Puskesmas di Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan beserta hasil-hasil yang telah dicapai. 2) Untuk mengetahui faktor pendorong dan penghambat yang dihadapi Puskesmas Bendan dalam mengimplementasikan kebijakan program Puskesmas dari pemerintah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Lokasi penelitian dilaksanakan di Puskesmas Bendan Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan. Fokus penelitian ini adalah implementasi kebijakan sepuluh program unggulan puskesmas di Pukesmas Bendan, faktor pendorong dan penghambat yang dihadapi Puskesmas Bendan dalam mengimplementasikan kebijakan program puskesmas dari Pemerintah di Puskesmas Bendan Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan. Subyek data penelitian ini berdasarkan data primer adalah subyek (Kepala Dinas Kesehatan Pekalongan, Kepala Puskesmas Bendan, Tenaga Kesehatan Puskesmas Bendan) dan informan (pasien Puskesmas Bendan, masyarakat umum, kader). Data sekunder dengan sumber tertulis dan foto. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data kualitatif dengan teknik triangulasi. Model pungumpulan data yaitu observasi, wawancara (Kepala Dinas Kesehatan Pekalongan, Kepala Puskesmas Bendan dan Tenaga Kesehatan) dan viii dokumentasi. Alat dan teknik pengumpulan data juga keabsahan data dipergukan dalam penelitian ini. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukan bahwa Puskesmas Bendan belum maksimal melaksanakan kebijakan sepuluh program unggulan puskesmas dalam pelayanan kesehatan masyarakat dari Dinas Kesehatan Pekalongan. Program yang ada di Puskesmas Bendan sebenarnya tidak semua program berjalan tetapi ada tiga program yang statusnya ada di lapangan tidak berjalan dan tujuh program yang ada di lapangan berjalan. Pasien Puskesmas Bendan memanfaatkan program puskesmas yang ada di Puskesmas Bendan. Kebijakan sepuluh program unggulan puskesmas mempunyai kendala masing-masing. Faktor pendorong dari implementasi kebijakan sepuluh program unggulan puskesmas di Puskesmas Bendan Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan antara lain minat masyarakat yang tinggi untuk memanfaatkan Puskesmas Bendan sebagai tempat pelayanan kesehatan masyarakat, sarana kesehatan yang memadai dan modern dalam mendukung kesepuluh program unggulan puskesmas. Faktor yang menjadi penghambat implementasi kebijakan sepuluh program unggulan puskesmas yang dihadapi Puskesmas Bendan Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan antara lain sumber daya manusia pengelola Puskesmas Bendan belum sepenuhnya memenuhi kualifikasi seperti belum adanya ahli kesehatan jiwa, tenaga kesehatan yang kurang berkompeten pada bidangnya, dan masih kurangnya pemahaman masyarakat mengenai sepuluh program unggulan puskesmas. Hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa Puskesmas Bendan berusaha melaksanakan sepuluh kebijakan program unggulan puskesmas dari Dinas Kesehatan. Kesepuluh program unggulan puskesmas tersebut telah dijalankan Puskesmas Bendan, dengan pembentukan pengurus atau tim-tim yang bertugas menangani setiap program. Implementasi sepuluh program unggulan puskesmas belum sepenuhnya dapat berjalan secara optimal di lapangan. Dari sepuluh program ada program puskesmas yang berjalan dan juga ada program yang tidak berjalan. Kebijakan sepuluh program unggulan puskesmas tidak sepenuhnya berjalan karena adanya faktor pendukung dan penghambat dalam kebijakan sepuluh program unggulan puskesmas. Saran bagi Dinas Kesehatan Pekalongan dan Puskesmas Bendan bahwa kepada Dinas Kesehatan Pekalongan agar lebih mengembangkan lagi program unggulan puskesmas yang telah berjalan, dengan cara mengoptimalkan program puskesmas yang dikeluarkan harus disosialisasikan kepada masyarakat, agar masyarakat tahu tujuan kebijakan program unggulan puskesmas dan mendorong suksesnya implementasi kebijakan sepuluh program unggulan puskesmas. Puskesmas Bendan agar meningkatkan pelayanan terhadap program-program unggulan puskesmas dengan memperbaiki sarana prasarana yang ada di Puskesmas, memperbanyak petugas kesehatan dan meningkatkan mutu pelayanan agar implementasi kebijakan sepuluh program unggulan puskesmas dapat tercapai.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Implementasi Kebijakan, Program Puskesmas, Kesehatan Masyarakat
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology
Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Sosiologi dan Antropologi, S1
Depositing User: Users 3313 not found.
Date Deposited: 20 Nov 2011 11:45
Last Modified: 20 Nov 2011 11:45
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/8674

Actions (login required)

View Item View Item