MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY TERPIMPIN PADA SUB POKOK BAHASAN AIR DAN SIFATNYA UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN MENUMBUHKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS IV SDN SEKARAN 01 GUNUNGPATI SEMARANG

Akhmad Sochibin , 4201404008 (2009) MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY TERPIMPIN PADA SUB POKOK BAHASAN AIR DAN SIFATNYA UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN MENUMBUHKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS IV SDN SEKARAN 01 GUNUNGPATI SEMARANG. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF (MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY TERPIMPIN PADA SUB POKOK BAHASAN AIR DAN SIFATNYA UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN MENUMBUHKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS IV SDN SEKARAN 01 GUNUNGPATI SEMARANG) - Published Version
Download (495Kb)

    Abstract

    Model pembelajaran inquiry terpimpin merupakan salah satu model pembelajaran yang melibatkan siswa secara langsung sehingga mereka menglami langsung konsep yang dipelajari sehingga dapat mengembangkan daya pikir. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep siswa terhadap pokok bahasan air dan sifatnya, selain itu juga untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangan keterampilan bepikir kritis siswa kelas IV semester gasal SDN Sekaran 01 Gunungpati Semarang tahun ajaran 2008/2009. Metode dokumentasi, metode tes, dan metode observasi digunakan untuk mengumpulkan data. Data hasil pemahaman konsep diperoleh dengan mengadakan tes setelah selesai pembelajaran baik siklus I maupun siklus II, sedangkan untuk data keterampilan berpikir kritis diadakan observasi pada saat pembelajaran berlangsung. Hasil penelitian pada sikus I rata-rata nilai tes siswa dengan model pembelajaran inquiry terpimpin sebesar 7,93 dengan persentase ketuntasan klasikal sebesar 81,82% dan hasil pekembangan keterampilan berpikir kritis siswa untuk aspek mengamati dengan persentase yang paling besar yaitu 75,00%, kemudian mengklasifikasikan 71,02%, menyimpulkan hasil pengamatan 59,09%, dan menyedikitkan kesalahan 58,52%. Pada siklus II rata-rata nilai tes siswa sebesar 8,35 dengan persentase ketuntasan klasikal sebesar 88,64% dan hasil perkembangan keterampilan berpikir kritis siswa untuk aspek mengamati tetap mempunyai persentase yang paling besar yaitu 81,82%, kemudian mengklasifikasikan 79,55%, menyedikitkan kesalahan 71,59%, dan menyimpulkan hasil pengamatan 71,02%. Simpulan yang dapat diambil adalah bahwa model pembelajaran Inquiry terpimpin dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa dan menumbuhkembangkan keterampilan berpikir kritis siswa kelas IV SD pokok bahasan air dan sifatnya. Diharapkan guru dapat menggunakan model pembelajaran Inquiry terpimpin pada materi yang lain sehingga dapat menambah variasi model pembelajaran dan pembelajaran menjadi student centered.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: inquiry terpimpin, berpikir kritis.
    Subjects: L Education > LB Theory and practice of education > LB1501 Primary Education
    Q Science > QC Physics
    Fakultas: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Pendidikan Fisika, S1
    Depositing User: dwi perpus unnes
    Date Deposited: 31 Mar 2011 01:03
    Last Modified: 25 Apr 2015 00:06

    Actions (login required)

    View Item