PEMANFAATAN EKSTRAK KULIT KACANG KORO BENGUK (MUCUNA PRURIENCE) SEBAGAI PEWARNA KAIN DENGAN BEBERAPA JENIS PELARUT DAN MORDAN CUKA


Ika Sari, 5403416023 (2021) PEMANFAATAN EKSTRAK KULIT KACANG KORO BENGUK (MUCUNA PRURIENCE) SEBAGAI PEWARNA KAIN DENGAN BEBERAPA JENIS PELARUT DAN MORDAN CUKA. Under Graduates thesis, UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG.

[thumbnail of SKRIPSI] PDF (SKRIPSI) - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Penggunaan pewarna sintetis sekarang lebih mendominasi karena lebih mudah namun dibalik hal tersebut terdapat dampak negatif yang dihasilkan diantaranya yaitu tidak ramah lingkungan. Salah satu cara untuk mengurangi dampak negatif tersebut yaitu dengan menggalakkan pewarnaan menggunakan pewarna alam, dengan memafaatkan kulit kacang koro benguk (mucuna pruriens) sebagai pewarna alam. Rumusan masalah dari penelitian ini yaitu apakah kulit kacang koro benguk dapat digunakan sebagai pewarna tekstil dan bagaimana kualitas hasil pencelupan terhadap ketuaan warna dan ketahanan luntur. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah kulit kacang koro benguk dapat digunakan sebagai pewarna tekstil dan untuk mengetahui kualitas hasil pencelupan ketuaan warna dan ketahanan lunturnya. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen murni. Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu pelarut air, etanol dan metanol dan mordan cuka sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini yaitu ketuaan warna dan uji tahan luntur terhadap pencucian. Kain yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kain mori primissima benang 50s kontruksi 130x70. Teknik ekstraksi yang digunakan ada 2 macam yaitu ekstraksi panas aques method dan ekstraksi dingin maserasi dengan perbandingan 1:10.Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu study literatur, eksperimen, dokumentasi dan uji laboratorium. Metode Analisa data yang digunakan yaitu metode analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kulit kacang koro benguk dapat dijadikan sebagai pewarna pada kain mori primissima. Nilai ketuaan warna paling gelap dihasilkan oleh perlakuan pelarut air dengan mordan cuka, dan paling terang dihasilkan oleh perlakuan metanol tanpa mordan cuka. Kualitas ketahanan luntur terhadap pencucian menunjukkan hasil pencelupan kain katun primissima dengan pelarut air tanpa mordan, pelarut air dengan mordan cuka, pelarut etanol tanpa mordan dan pelarut metanol tanpa mordan menghasilkan nilai 3 berkategori “cukup”, sedangkan pencelupan kain katun primissima dengan pelarut etanol dengan mordan cuka dan pelarut metanol denganmordan cuka menghasilkan nilai 3-4 berkategori “cukup baik”. simpulan dari penelitian ini adalah bahwa ekstrak kulit kacang koro benguk dapat digunakan sebagai pewarna alam. Saran dari penelitian ini yaitu hasil warna yang didapatkan cenderung terang untuk penelitian selanjutnya dapat dilakukan pengujian lebih lanjut mengenai tanaman kacang koro benguk pada bagian lain misalnya daun kacang koro benguk.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Kacang koro benguk (mucuna prurience), Pelarut, cuka, zat warna alam, kain mori
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
T Technology > TY Pendidikan Kesejahteraan Keluarga > TY3 Tata Busana S1
Fakultas: Fakultas Teknik > Pendidikan Tata Busana, S1
Depositing User: TUKP unnes
Date Deposited: 24 Dec 2024 02:43
Last Modified: 24 Dec 2024 02:43
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/66541

Actions (login required)

View Item View Item