POTENSI BAHAYA KERJA DI SENTRA PEMBUATAN BATIK DESA GEMEKSEKTI KECAMATAN KEBUMEN JAWA TENGAH
Alisa Faidatul Umam, 4512419002 (2023) POTENSI BAHAYA KERJA DI SENTRA PEMBUATAN BATIK DESA GEMEKSEKTI KECAMATAN KEBUMEN JAWA TENGAH. Under Graduates thesis, UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG.
![]() |
PDF (SKRIPSI)
- Published Version
Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Desa Gemeksekti, Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah merupakan sentra pembuatan batik. pembuatan batik di desa ini dilakukan secara berkelompok sebagai usaha yang masuk dalam Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Minimnya kesadaran pengrajin batik akan pentingnya keselamatan diri saat bekerja serta penggunaan APD yang masih jarang digunakan dapat menimbulkan risiko terjadinya kecelakaan, sehingga diperlukan suatu upaya pencegahan dan pengendalian agar tidak terjadi kecelakaan kerja. Data primer didapatkan dengan cara observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan data sekunder didapatkan dari studi literatur yang berhubungan dengan objek yang diteliti. Proses analisis data dalam penelitian ini menggunakan prosedur identifikasi manajemen risiko. Pengolahan data menggunakan analisis dokumen metode HIRARC (Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control) dengan tahapan pertama yaitu mengidentifikasi potensi bahaya dari setiap proses kerja yang ada. Kemudian menilai setiap risiko menggunakan matriks risiko dari Risk Management AS/NZS 4360-1999 dengan melihat tingkat kemungkinan terjadinya potensi bahaya dan tingkat keparahan potensi bahaya kerja yang ditimbulkan. Tahapan ketiga dilakukan pengendalian risiko dari potensi bahaya kerja di sentra pembuatan batik Desa Gemeksekti, Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kebumen. Hasil penelitian potensi bahaya kerja di sentra pembuatan batik Desa Gemeksekti, Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah menunjukan pada tahapan proses produksi batik, terdapat 4 potensi bahaya di proses pemotongan kain mori dan mengetel, 7 potensi bahaya pada prosses pemolaan kain (nglengreng), 6 potensi bahaya pada proses pengecapan, 6 potensi bahaya pada proses penyablonan, 6 potensi bahaya pada proses pewarnaan kain (ngobat), 3 potensi bahaya pada proses penguatan warna kain (ngunci), dan 3 potensi bahaya pada proses perebusan kain (pelorotan). Potensi bahaya paling banyak ditemukan pada proses pembuatan batik adalah potensi bahaya ergonomi, sedangkan potensi paling sedikit ditemukan dalam pembuatan batik adalah potensi psikologi. Rekomendasi pengendalian yang dilakukan terhadap potensi bahaya yang ditimbulkan berdasarkan hirarki pengendalian yaitu pengendalian administratif, pengendalian teknis, dan pengendalian Alat Pelindung Diri (APD).
Item Type: | Thesis (Under Graduates) |
---|---|
Uncontrolled Keywords: | Batik, Potensi Bahaya, Risiko, HIRARC |
Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering |
Fakultas: | Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Ilmu Lingkungan S1 |
Depositing User: | TUKP unnes |
Date Deposited: | 24 Dec 2024 02:22 |
Last Modified: | 24 Dec 2024 02:22 |
URI: | http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/66532 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |