ANALISIS EFEK JERA PADA ANAK SEBAGAI PELAKU TINDAK PIDANA YANG DISELESAIKAN DENGAN PENDEKATAN DIVERSI


Gelar Dewangga Aery, 8111417371 (2023) ANALISIS EFEK JERA PADA ANAK SEBAGAI PELAKU TINDAK PIDANA YANG DISELESAIKAN DENGAN PENDEKATAN DIVERSI. Under Graduates thesis, UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG.

[thumbnail of 8111417371_Gelar Dewangga Aery.docx] PDF - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Indonesia mempunyai aturan perundang-undangan mengenai sistem peradilan anak yang diatur dalam UU No. 11 Tahun 2012 serta Perpol No. 8 Tahun 2021. Diversi merupakan sistem peradilan yang mengedepankan nilai keadilan dan kesetaraan bukan hanya mengenai balas dendam. Sistem ini dirasa cocok dalam penanganan kasus tindak pidana anak. Hanya saja belum dapat dipastikan efek jera yang akan diterima. Permasalahan yang diangakt dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana sistem diversi diberlakukan dalam menangani perkara tindak pidana anak? 2) Apa yang mempengaruhi efektivitas diversi pada pidana anak? Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan yuridis empiris. Sumber data yang digunakan ialah bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Metode pengumpulan data dengan teknik pengambilan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data dilakukan dengan menggunakan teknik trianggulasi. Objek penelitian ini yaitu tindak pidana anak yang berada di wilayah Polretabes Semarang, Polres Semarang, dan Polres Demak. Proses analisis data menggunakan pendekatan analistis dan analistis data kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Penerapan sistem diversi dalam tindak pidana anak memang sudah diterapkan namun masih memerlukan banyak perbaikan dan koreksi. 2) Para penegak hukum tidak dapat memastikan apakah penerapan sistem diversi memberikan efek jera kepada pelaku kejahatan baik dimasa sekarang maupun mendatang. 3) Sistem diversi dalam penerapannya masih belum sepenuhnya efektif. Hal ini dikarenakan dalam penerapannya masih banyak sekali kekurangan dan perlu adanya pembenahan dan koreksi sistem keadilan terlebih dahulu sebelum diterapkan secara utuh. Simpulan penelitian yaitu 1) Implementasi konsep restorative justice memiliki konsep yang sama dengan diversi dalam pnerapannya, namun pada dasarnya tetap berpedoman pada UU No. 11 Tahun 2012 tentang sistem peradilan anak. 2) Perihal efek jera bagi tindak pidana anak menjadi dampak negative sistem diversi karena dinilai masih belum maksimal. 3) Efektifitas jera pelaku tidak dapat dipastikan namun dalam penyelesaian perkara sistem ini dianggap ebih mengarah pada penyelesaian kekeluargaan. Adapaun saran yang diberikan penulis yaitu dalam penerapan sistem diversi perlu dilakukan lagi evaluasi dan spesifikasi yang lebih mendetail serta perlunya lembaga pendampingan bagi anak.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Tindak Pidana Anak, Efek Jera, Diversi
Subjects: K Law > K Law (General)
Fakultas: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum, S1
Depositing User: TUKP unnes
Date Deposited: 17 Dec 2024 04:05
Last Modified: 17 Dec 2024 04:05
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/66333

Actions (login required)

View Item View Item