ANALISIS KESESUAIAN LAHAN TAMBAK GARAM INTEGRASI (CORPORATE FARMING) DI DESA KENDALASEM, KECAMATAN WEDUNG, KABUPATEN DEMAK
Hamdan Salahudin, 3211417023 (2022) ANALISIS KESESUAIAN LAHAN TAMBAK GARAM INTEGRASI (CORPORATE FARMING) DI DESA KENDALASEM, KECAMATAN WEDUNG, KABUPATEN DEMAK. Under Graduates thesis, UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG.
![]() |
PDF
- Published Version
Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Kabupaten Demak sebagai salah satu sentra produksi garam terkhusus di Jawa tengah mempunyai pengelolaan lahan garam yang umumnya terbagi atas 2 golongan yaitu lahan non integrasi dan lahan integrasi. Pengintegrasian lahan garam merupakan kebijakan yang solutif. Integrasi lahan merupakan suatu kawasan atau teknologi yang ada pada suatu kawasan guna penataan dan perbaikan saluran air agar tak selalu bergantung pada cuaca. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui lahan potensial untuk di integrasikan pada lokasi penelitian. Metode penelitian ini adalah melalukan teknik overlay untuk mendapatkan peta satuan medan pada lokasi penelitian. Adapun beberapa parameternya yaitu tekstur tanah, kemiringan lahan, jarak dari pantai, jarak dari sungai dan penutup lahan, setelahnya dilakukan labelling dan scoring pada setiap satuan medan agar didapatkan kelas kesesuaian lahan yang sesuai dengan kondisi fisik lahan. Adapun pengumpulan data dilakukan dengan survei lapangan, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan satuan medan yang didapat dari hasil analisis mencapai 15 satuan medan. Kesesuaian lahan tambak garam Desa Kendalasem terbagi menjadi dua kelas yaitu sangat sesuai dan cukup sesuai. Kelas S1 (sangat sesuai) mencakup 31,2% dari total luas desa dan kelas S2 (cukup sesuai) mencakup sisanya. Sebaran kelas S1 berada di timur desa yang berjarak lebih dekat dengan laut dengan luas sebesar 110,7 Ha. Sedangkan kelas S2 berada di bagian barat wilayah desa dengan luas 243,7 Ha. Luas tutupan lahan tambak garam di Desa Kendalasem yaitu 131,4 Ha. Luas lahan potensial untuk dijadikan tambak garam terintegrasi adalah 84,2% dari luas tambak garam yang ada dengan kelas kesesuaian lahan S1 (sangat sesuai). Kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini adalah 31,2% lahan di Desa Kendalasem sangat cocok untuk dijadikan lahan tambak garam sedangkan sisanya berada di kelas S2 (Cukup Sesuai). Luasan lahan potensial untuk dijadikan tambak garam terintegrasi yaitu 84,2% dari luas tambak garam yang ada. Saran yang dapat diberikan yaitu agar lahan tambak garam dapat dikelola sesuai dengan kelas kesesuaian lahan yang telah didapat dalam penelitian ini, kemudian perlu adanya penelitian lain dengan topik yang sama namun metode atau parameter yang berbeda agar hasil penelitian lebih komprehensif
Item Type: | Thesis (Under Graduates) |
---|---|
Uncontrolled Keywords: | Kesesuaian Lahan, Integrasi Lahan, Tambak Garam |
Subjects: | G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General) |
Fakultas: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Geografi, S1 |
Depositing User: | Setyarini UPT Perpus |
Date Deposited: | 25 Nov 2024 08:05 |
Last Modified: | 25 Nov 2024 08:05 |
URI: | http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/65921 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |