ADAPTASI DAN INOVASI DALAM MENGHADAPI BENCANA TANAH LONGSOR DI DESA TIENG KECAMATAN KEJAJAR KABUPATEN WONOSOBO
Fahrul Iqwan, 3201417010 (2023) ADAPTASI DAN INOVASI DALAM MENGHADAPI BENCANA TANAH LONGSOR DI DESA TIENG KECAMATAN KEJAJAR KABUPATEN WONOSOBO. Under Graduates thesis, UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG.
![]() |
PDF
- Published Version
Restricted to Repository staff only Download (12MB) | Request a copy |
Abstract
Adaptasi dan Inovasi dalam Menghadapi Bencana Tanah Longsor di Desa Tieng Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo sangat penting untuk diketahui, hal itu untuk mengurangi risiko dan dampak buruk dari ancaman bencana tanah longsor yang sewaktu-waktu bisa terjadi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adaptasi penduduk terhadap bencana tanah longsor, dan untuk mengetahui proses inovasi yang dilakukan penduduk dalam menghadapi bencana tanah longsor. Lokasi penelitian ini terletak di Desa Tieng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Variabel dalam penelitian ini dibedakan menjadi dua yaitu adaptasi dan proses inovasi, adaptasi terdiri dari adaptasi strategi structural, strategi ekonomi, strategi sosial dan startegi kultural, lalu proses inovasi yang terdiri dari kegiatan agen perubahan dan kegiatan penduduk. Populasi dalam penelitian ini adalah penduduk yang ada di Desa Tieng yang terdiri dari 1353 kepala keluarga. Sampel diambil dengan menggunakan metode Dixon B. Leach sebanyak 76 kepala keluarga. Pengambilan sampel menggunakan teknik Cluster/Area Sampling dimana jumlah sampel yang diperoleh akan dibagi dalam 3 dusun yang ada di Desa Tieng sesuai dengan tingkat kerawanan tanah longsor. Sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner, wawancara dan observasi. Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kuantitatif. Teknik analisis data secara deskriptif presentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adaptasi penduduk di Desa Tieng terbagi dalam empat strategi, yaitu strategi struktural, strategi ekonomi, strategi sosial dan strategi kultural. Adaptasi penduduk di Dusun Sidorejo dan Dusun Krajan termasuk dalam kategori baik dengan rincian 83% dan 72% penduduk melaksanakan adaptasi. Sedangkan Dusun Rowojali termasuk dalam kategori kurang baik dengan rincian 35% yang melaksanakan adaptasi. Sementara itu proses inovasi di Desa Tieng terbagi menjadi dua macam yaitu kegiatan agen perubahan dan kegiatan penduduk. Kegiatan agen perubahan meliputi mempromosikan, menginformasikan, mendemonstrasikan, melatih, membantu dan mendampingi. Kegiatan penduduk meliputi kesadaran, ketertarikan, menilai, mencoba, mengadopsi dan mengintegrasi. Penduduk di Dusun Sidorejo dan Dusun Krajan termasuk dalam kategori baik dengan rincian 80% dan 54% penduduk melaksanakan inovasi. Sedangkan Dusun Rowojali termasuk dalam kategori kurang baik dengan nilai 4% penduduk melaksanakan inovasi. Saran dalam penelitian ini yaitu untuk pemerintah Desa Tieng agar lebih meningkatkan frekuensi pelatihan mitigasi bencana, melengkapi sarana dan prasarana evakuasi warga. Kemudian untuk penduduk Desa Tieng agar mematuhi dan melaksanakan aturan, adaptasi dan inovasi yang telah dikenalkan oleh Pemerintah Desa Tieng.
Item Type: | Thesis (Under Graduates) |
---|---|
Uncontrolled Keywords: | Adaptasi, Inovasi, Tanah Longsor. |
Subjects: | G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General) L Education > L Education (General) |
Fakultas: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Pendidikan Geografi, S1 |
Depositing User: | Setyarini UPT Perpus |
Date Deposited: | 25 Nov 2024 07:23 |
Last Modified: | 25 Nov 2024 07:23 |
URI: | http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/65901 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |