PENGARUH PENAMBAHAN SIRIP PADA TUNGKU PEMBAKARAN TERHADAP PENINGKATAN LAJU PERPINDAHAN KALOR


Muhammad Ma’ruf Annastaka, M.5211417036 (2022) PENGARUH PENAMBAHAN SIRIP PADA TUNGKU PEMBAKARAN TERHADAP PENINGKATAN LAJU PERPINDAHAN KALOR. Under Graduates thesis, UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG.

[thumbnail of 5211417036 Muhammad Ma'ruf Annastaka.pdf] PDF - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Heat exchanger merupakan alat yang digunakan untuk mengubah temperatur panas dari satu fluida ke fluida lainnya. Heat exchanger dengan aliran searah, pertukaran panas jenis ini, kedua fluida ( dingin dan panas) masuk pada sisi heat exchanger yang sama, mengalir dengan aliran yang sama, dan keluar pada sisi yang sama. Karakter heat exchanger jenis ini, temperatur fluida dingin yang keluar dari heat exchanger tidak dapat melebihi temperatur panas yang keluar, sehingga diperlukan media pendingin atau media pemanas. panas yang dipindahkan besarnya tergantung pada kecepatan dan arah aliran, sifat-sifat fisika fluida, kondisi permukaan, luas perpindahan panas dan beda temperatur kedua fluida. Penelitian ini mengunakan tungku pembakaran oven kayu dengan jenis perpindahan panas pipa ganda yang dimidifikasi dengan penambahan sirip sirip atau fin longitudinal dan polos. Pengujian mengunakan pemanas elektrik berdaya 1600 watt yang mampu menghasilkan panas hingga 600°C kemudian diatur temperatur 200°C, 300°C, 400°C, dan 500°C. Kipas input berukuran 12x12 dengan kecepatan yang dapat diatur sebesar 2 m/s, 4 m/s, 6 m/s. Terdapat thermocouple didalam tungku untuk membaca suhu. Pengujian dilakukan per 20 menit selama 60 menit sehingga dapat nilai LMTD. Data LMTD tungku bersirip polos pada setiap variasi V udara 2 m/s, dan temperatur tungku 200 ℃, 300 ℃, 400 ℃, dan 500 ℃ berturut-turut didapat data LMTD sebesar 113,22, 145,68, 204,13 dan 269,63. Dari percobaan pada setiap variasi V udara 4 m/s, dan temperatur tungku 200 ℃, 300 ℃, 400 ℃, dan 500 ℃ berturut-turut didapat data LMTD sebesar 112,94, 166,09, 200, 03 dan 268,93. Dari percobaan pada setiap variasi V udara 6 m/s, dan temperatur tungku 200 ℃, 300 ℃, 400 ℃, dan 500 ℃ berturut-turut didapat data LMTD sebesar 110,69, 163,46, 205,65 dan 268,26. Berdasarkan hasil data percobaan di atas dapat disimpulkan bahwa pada tungku bersirip polos/tanpa sirip saat dilakukan perubahan V udara ke lebih tinggi tidak mengalami penurunan LMTD yang signifikan. Data LMTD tungku bersirip longitudinal pada setiap variasi V udara 2 m/s, dan temperatur tungku 200 ℃, 300 ℃, 400 ℃, dan 500 ℃ berturut-turut didapat data LMTD sebesar 111,96, 166,84, 211,55, dan 256,96. Dari percobaan pada setiap variasi V udara 4 m/s, dan temperatur tungku 200 ℃, 300 ℃, 400 ℃, dan 500 ℃ berturut-turut didapat data LMTD sebesar 109,87, 164,91, 213,6, dan 270,03. Dari percobaan pada setiap variasi V udara 6 m/s, dan temperatur tungku 200 ℃, 300 ℃, 400 ℃, dan 500 ℃ berturut-turut didapat data LMTD sebesar 115,75, 166,69, 213,18, dan 267,05. Berdasarkan hasil data percobaan di atas dapat disimpulkan bahwa pada tungku bersirip longitudinal saat dilakukan perubahan V udara ke lebih tinggi tidak mengalami penurunan LMTD yang signifikan

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: LMTD, Heat exchanger, Temperatur, Sirip atau fin, V udara.
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery
Fakultas: Fakultas Teknik > Teknik Mesin S1
Depositing User: Setyarini UPT Perpus
Date Deposited: 11 Nov 2024 06:50
Last Modified: 11 Nov 2024 06:50
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/65437

Actions (login required)

View Item View Item