PENGARUH VARIASI TEMPERATUR PREHEAT PADA PENGELASAN SMAW TERHADAP STRUKTUR MIKRO DAN KEKERASAN BAJA KARBON SS400
Savitri Ramadhani, 5201417032 (2021) PENGARUH VARIASI TEMPERATUR PREHEAT PADA PENGELASAN SMAW TERHADAP STRUKTUR MIKRO DAN KEKERASAN BAJA KARBON SS400. Under Graduates thesis, UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG.
PDF
- Published Version
Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Latar belakang penelitian ini adalah penggunaan ponton angkut yang menerima beban excavator dan hantaman ombak sehingga diperlukan baja dengan kekerasan yang baik, namun ulet, tidak getas, dan tidak terdapat distorsi. Pengelasan pada ponton angkut mempengaruhi struktur, kekerasan, dan transformasi bahan. Pencegahan terbentuknya retak las dan struktur martensite yaitu memperlambat laju pendinginan dengan preheat sebelum pengelasan. Temperatur preheat yang tepat menghasilkan hasil pengelasan yang berkualitas dan terhindar dari retak dan distorsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh variasi temperatur preheat pada pengelasan SMAW terhadap struktur mikro dan nilai kekerasan baja SS400. Metode penelitian menggunakan metode eksperimental design. Penelitian ini melakukan pengelasan SMAW dengan variasi temperatur preheat sebesar 80C, 110C, 140C, dan 170C. Parameter lain seperti jenis kawat las, arus pengelasan, dan jarak waktu dari preheat ke pengelasan dibuat seragam disetiap variasi temperatur. Pengumpulan data mengunakan teknik dokumentasi dan pengujian laboratorium. Prosedur penelitian dilakukan dengan pengujian terhadap masing-masing variasi temperatur sebanyak 3 kali kemudian didapatkan data selanjutnya dianalisis dan ditampilkan dalam grafik batang dan grafik garis. Hasil penelitian didapatkan spesimen variasi temperatur 140C hingga 170C hampir tidak terdapat struktur martensite. Sedangkan spesimen raw material, 80C, 110C terdapat martensite di antara ferrite dan pearlite. Semakin tinggi temperatur preheat, semakin sedikit martensite. Pengaruh variasi temperatur preheat terhadap nilai kekerasan baja SS400 terjadi penurunan terhadap kekerasan sebesar -0.2793.t ditambah dengan konstanta 207.92 (weld metal), -0.2327.t ditambah dengan konstanta 185.88 (HAZ), dan -0.1147.t ditambah dengan konstanta 164.43 (base metal). Berpengaruh signifikan terhadap kekerasan (HVN) sebesar 91.81% di weld metal, 96.75% di HAZ, dan 90.53% di base metal. Sedangkan spesimen preheat 80C memiliki kekerasan tertinggi di daerah weld metal sebesar 183.2 HVN dan spesimen preheat 170C memiliki kekerasan terendah sebesar 144.1 HVN di daerah base metal. Rata-rata nilai kekerasan tertinggi di daerah weld metal dan terendah di daerah base metal.
Item Type: | Thesis (Under Graduates) |
---|---|
Uncontrolled Keywords: | pengelasan SMAW, non preheat, preheat, struktur mikro, nilai kekerasan Vickers. |
Subjects: | T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery |
Fakultas: | Fakultas Teknik > Pendidikan Teknik Mesin, S1 |
Depositing User: | TUKP unnes |
Date Deposited: | 30 Sep 2024 07:37 |
Last Modified: | 30 Sep 2024 07:37 |
URI: | http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/64347 |
Actions (login required)
View Item |