PEMAKNAAN MASYARAKAT GUNUNGKIDUL TERHADAP SENI TARI TAYUB DAN PERLINDUNGANNYA


Padma Aliffia Nugraheni, 340141835 (2023) PEMAKNAAN MASYARAKAT GUNUNGKIDUL TERHADAP SENI TARI TAYUB DAN PERLINDUNGANNYA. Under Graduates thesis, UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG.

[thumbnail of skripsi] PDF (skripsi)
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Seni tari tayub merupakan kesenian tradisional berupa tarian yang dikenal hampir di seluruh pulau Jawa, Sumatera, dan Bali dengan sebutan yang berbeda�beda. Di Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, seni tari tayub umumnya digelar untuk kebutuhan ritual dan kebutuhan hiburan. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1), mengetahui keberadaan seni tari tayub di Gunungkidul pada saat ini, 2) mengetahui pemaknaan seni tari tayub oleh masyarakat Gunungkidul, dan 3) mengetahui upaya perlindungan seni tari tayub di Kabupaten Gunungkidul. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dan menggunakan teori konstruksi sosial milik Peter L Berger dan Thomas Luckmann. Penelitian ini berlokasi di Dusun Gatak, Desa Gari, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul dengan subjek penelitian yaitu pegiat kebudayaan Kabupeten Gunungkidul dan masyarakat Dusun Gatak, Kalurahan Gari. Pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik observasi non partisipan, wawancara dengan 2 informan utama dan 3 informan pendukung, studi literatur, dan dokumentasi. Teknik validitas data menggunakan triangulasi sumber untuk menguji keabsahan data, yaitu membandingkan data dari sumber-sumber yang telah diperoleh sehingga meghasilkan suatu kesimpulan. Teknik analisis data menggunakan penjabaran dari Creswell, yaitu a) Mempersiapkan data, b) Membaca keseluruhan data, c) Menganalisis data, d) Mengklasifikasikan data menjadi beberapa kategori, e) Mendeskripsikan kategori data yang akan disajikan, dan f) Menginterpretasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Seni tari tayub di beberapa wilayah di Gunungkidul masih difungsikan sebagai pemenuhan sarana oeemenuhan kebutuhan ritual dalam Rasulan, 2) Seni tari tayub menjadi kesenian yang sakral sekaligus menjadi hiburan bagi masyarakat Gunungkidul, dan 3) Adanya campur tangan para akademisi seni yang mumpuni dibidang seni tari dan didukung adanya UU Republik Indonesia no. 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan sebagai payung hukum perlindungan seni tari tayub di Gunungkidul, Seni tari tayub Gunungkidul memiliki banyak versi tergantung adat kebiasaan dari masing-masing daerah. Diperlukan apresiasi dari masyarakat dan pemerintah Kabupaten Gunungkidul untuk membangun kepercayaan diri pelaku seni. Selain itu, menarik perhatian generasi muda dengan menambahkan kompetensi pengetahuan mengenai seni tari tayub melalui kegiatan ekstrakurikuler bisa menjadi cara baru. Maka untuk hal ini, kerja sama antara Dinas Kebudayaan dengan Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul sangat diperlukan.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Pemaknaan, Perlindungan, Seni tari tayub
Subjects: H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform > Citizenship
Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Pendidikan Sosiologi dan Antropologi, S1
Depositing User: TUKP unnes
Date Deposited: 26 Apr 2024 02:07
Last Modified: 26 Apr 2024 02:07
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/62593

Actions (login required)

View Item View Item