KERUSUHAN SOSIAL DI DESA DONGOS KECAMATAN KEDUNG KABUPATEN JEPARA TAHUN 1999 (Suatu Kajian Sejarah Sosial)

Ahmad Zazeri , 3150403032 (2007) KERUSUHAN SOSIAL DI DESA DONGOS KECAMATAN KEDUNG KABUPATEN JEPARA TAHUN 1999 (Suatu Kajian Sejarah Sosial). Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF (KERUSUHAN SOSIAL DI DESA DONGOS KECAMATAN KEDUNG KABUPATEN JEPARA TAHUN 1999 (Suatu Kajian Sejarah Sosial)) - Published Version
Download (687Kb)

    Abstract

    Kerusuhan Sosial Di Desa Dongos Kecamatan Kedung Kabupaten Jepara Tahun 1999 (Suatu Kajian Sejarah Sosial), adalah konflik antar pendukung Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Kerusuhan ini terjadi ketika ada acara deklarasi dan pengajian PKB Ranting Desa Dongos di rumah bapak Sutarmo pada tanggal 30 April 1999, tepatnya masa kampanye bagi partai-partai kontestan pemilu tahun 1999. Yang merupakan titik balik dari sistem multi partai yang diterapkan pemerintah. Kenyataan ini dapat dilihat sebelum sistem multi partai berlaku. Masyarakat Dongos mayoritas berafiliasi politik ke PPP, namun demikian setelah muncul banyak partai baru yang bersamaan munculnya PKB yang dibentuk warga nahdliyin, masyarakat Dongos yang notabene pendukung fanatik PPP seakan-akan tidak dapat menerima partai lain tumbuh dan berkembang, berupa keyakinan karena partai politik dianggap sebagai ideologi agama yang dijadikan panutan sehingga atas nama ideologi agama dipakai untuk memobilisasi massa. Mereka beranggapan bahwa partai Islam sebagai satu-satunya kendaraan untuk mencapai tujuan politik. Pada pihak lain beranggapan bahwa pandangan politiknya mengembangkan wawasan kebangsaan. Ketidaktahuan massa pendukung soal hubungan agama dan politik akibat politisasi agama untuk kepentingan sesaat mengakibatkan warga nahdliyin di Desa Dongos saling bermusuhan. Permasalahan yang diungkap dalam penelitian ini sebagai berikut: (1) Bagaimana latar belakang sosial, ekonomi dan politik peristiwa kerusuhan di Desa Dongos pada tanggal 30 April 1999, (2) Bagaimanakah deskripsi kerusuhan di Desa Dongos pada tanggal 30 April 1999, (faktor-faktor penyebab kerusuhan dan kronologi peristiwa), (3) Dampak apakah yang ditimbulkan dan bagaimanakah penanganan kerusuhan di Desa Dongos pada tanggal 30 April 1999. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) Mengetahui latar belakang sosial, ekonomi dan politik masyarakat Dongos menjelang kerusuhan tanggal 30 April 1999, (2) mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan kerusuhan dan kronologi peristiwa kerusuhan di Desa Dongos. Metode yang digunakan dalam melakukan penelitian adalah metode sejarah (Historical Methode). Empat tahap metode sejarah, antara lain: heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. viii Hasil penelitian kerusuhan sosial yang terjadi di Desa Dongos disebabkan karena: Pertama, eskalasi dari konflik internal warga nahdliyin yang bersifat ideologis. Kedua, masyarakat Dongos belum mengetahui hakekat demokrasi, mereka hanya tahu bahwa demokrasi itu adalah kebebasan, apalagi didukung terjadinya guncangan sosial dan budaya (sosial and cultur shock) akibat dari penerapan sistem pemilu multi partai maka kesempatan untuk melampiaskan kebebasan tersebut sangat besar. Ketiga, adanya kesamaan basis massa yakni sama-sama warga NU. Keempat, adanya kesenjangan ekonomi yang tumpang tindih dengan persoalan politik yang memicu munculnya konflik. Dampak kerusuhan yang ditimbulkan selain korban jiwa yaitu empat orang meninggal dan puluhan orang luka-luka adalah dampak meteriil dan dampak immateriil, yaitu 3 rumah terbakar serta 15 mobil dan 6 sepeda motor terbakar hangus.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Kerusuhan, Konflik, Dongos, PPP, PKB
    Subjects: H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
    Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Sejarah, S1
    Depositing User: dwi perpus unnes
    Date Deposited: 25 Oct 2011 20:13
    Last Modified: 25 Apr 2015 02:15

    Actions (login required)

    View Item