PERAN GURU PPKN DALAM PENANAMAN NILAI ANTI KORUPSI DI KELAS VIII DI SMP NEGERI 2 BOJONGSARI PURBALINGGA


Wahyu Tri Ningsih, 3301418021 (2022) PERAN GURU PPKN DALAM PENANAMAN NILAI ANTI KORUPSI DI KELAS VIII DI SMP NEGERI 2 BOJONGSARI PURBALINGGA. Under Graduates thesis, UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG.

[thumbnail of Skripsi] PDF (Skripsi)
Restricted to Repository staff only

Download (5MB) | Request a copy

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan kasus tindak korupsi yang cukup tinggi. Banyaknya tindak korupsi di Indonesia di sebabkan oleh rendahnya nilai moral dan nilai kejujuran dan nilai-nilai lainnya yang sesuai dengan nilai-nilai pancasila. Maka dari itu perlulah adanya pendidikan antikorupsi di sekolah, salah satunya adalah di kelas VIII SMP Negeri 2 Bojongsari. Di SMP ini nilai-nilai antikorupsi masih kurang diterapkan karena lingkungan yang kurang memadai, sehingga perlu adanya penelitian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran guru PPKn dalam menanamkan nilai-nilai antikorupsi kelas VIII, mengetahui nilai-nilai antikorupsi di kelas VIII dan kendala yang di hadapi guru dalam penanaman nilai antikorupsi Pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan fokus penelitian peran guru PPKn dalam penanaman nilai-nilai antikorupsi di kelas VIII SMP Negeri 2 Bojongsari. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder dengan teknik keabsahan data yaitu triangulasi data dimana data dikumpulkan dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Setelah adanya pengumpulan data selanjutnya data di analisis dan direduksi sesuai dengan data yang dibutuhkan yaitu terkait dengan peran guru PPKn kelas VIII dalam penanaman nilai-nilai antikorupsi. kemudian setelah direduksi data di sajikan dengan gambar, bagan, dan tabel agar lebih memudahkan menyajikan data. Langkah terakhir adalah penyajian kesimpulan dari data yang telah dianalisis. Hasil Penelitian Peran guru PPKn dalam penanaman nilai antikorupsi antara lain yaitu guru sebagai pegajar dan pendidik (mengajarkan pemahaman kepada peserta didik tentang nilai-nilai antikorupsi). Guru sebagai mediator atau sumber belajar dan fasilitator (Guru berperan menjadi sumber belajar peserta didik tentang nilai-nilai antikorupsi) Guru sebagai model dan teladan (guru berperan dalam membiasakan perilaku antikorupsi) Guru sebagai pembimbing dan evaluator.Berdasarkan penelitian yang di lakukan dapat simpulkan bahwasanya nilai-nilai yang belum maksimal ada di kelas VIII SMP Negeri 2 Bojongsari ada lima nilai yaitu nilai kejujuran, nilai tanggung jawab, nilai kerja keras, nilai keberanian, dan nilai kedisiplinan. Kendala yang di hadapi guru dalam penanaman nilai antikorupsi ada dua yaitu pertama mendidik dan mengajar (kendala yang di hadapi adalah kesadaran peserta didik akan pentingnya nilai-nilai antikorupsi). Kedua, kendala kurangnya bentuk kegiatan nilai antikorupsi yang menunjang pendidikan antikorupsi di sekolah. Saran bagi sekolah adalah untuk lebih memperhatikan bentuk-bentuk pendidikan antikorupsi di SMP Negeri 2 Bojongsari dengan membuat kegiatan yang terintegrasi nilai-nilai antikorupsi. Misalnya saja kantin kejujuran, kegiatan osis tema korupsi, dan lain sebagainya.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Peran Guru PPKn, Penanaman Nilai, Nilai Antikorupsi
Subjects: L Education > L Education (General) > Learning Model
L Education > L Education (General)
Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, S1
Depositing User: Setyarini UPT Perpus
Date Deposited: 25 Mar 2024 03:47
Last Modified: 25 Mar 2024 03:47
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/62266

Actions (login required)

View Item View Item