PENGERAHAN TENAGA KERJA MASYARAKAT BAGELEN PURWOREJO DALAM PEMBANGUNAN BENTENG PENDEM KALIMARO TAHUN 1942 – 1943


Oktario Bagas Kurniawan, 3111417014 (2022) PENGERAHAN TENAGA KERJA MASYARAKAT BAGELEN PURWOREJO DALAM PEMBANGUNAN BENTENG PENDEM KALIMARO TAHUN 1942 – 1943. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[thumbnail of Skripsi] PDF (Skripsi)
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Pada Masa Pendudukan Jepang, daerah pesisir pantai selatan dianggap penting posisinya karena diprediksi menjadi tempat pendaratan pasukan Sekutu untuk menyerbu Pulau Jawa. Bagelen merupakan salah satu daerah yang dipilih oleh tentara Jepang untuk mendirikan benteng pertahanan, hal ini menyebabkan daerah Bagelen mengalami eksploitasi secara paksa baik alam maupun penduduk Bagelen. Penelitian ini menggunakan metode sejarah. Diawali dengan melakukan pengumpulan sumber yang dikenal sebagai heuristik. Sumber ini terdiri dari koran, majalah, gambar pada masa itu, dokumen atau wawancara. Sumber-sumber tersebut didukung dengan sumber sekunder sebagai pelengkap. Langkah selanjutnya adalah kritik sumber (verifikasi), yang terdiri dari kritik internal dan kritik eksternal, yaitu proses memverifikasi mengenai wujud dari arsip itu sendiri, selain itu juga mengenai kesesuaian isi sumber dengan apa yang nantinya penulis narasikan. Selanjutnya penulis melakukan interpretasi yaitu menentukan maksud yang saling berhubungan diantara fakta-fakta yang diperoleh membentuk satu kesatuan yang berarti. Langkah terakhir yaitu historiografi atau menarasikan apa yang sudah didapatkan dari proses pencarian sumber penelitian secara sistematis dan kronologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah Bagelen dimanfaatkan oleh tentara Jepang untuk membangun benteng pertahanan yang berfungsi untuk memantau aktifitas pada jalur darat Yogyakarta-Cilacap dan mempertahankan garis pantai selatan jika terjadi serangan dari pasukan Sekutu. Hal ini dikarenakan daerah Bagelen memiliki alam berupa perbukitan yang membentang dari timur hingga barat, yang memberi kelebihan jarak pandang yang luas dari ketinggian. Pemanfaatan daerah Bagelen berlanjut dengan mengambil paksa lahan dan rumah penduduk yang bermukim di sekitar Bukit Kalimaro, penduduk itu terpaksa pergi tanpa pesangon sedikitpun dan menyebar ke berbagai daerah yang aman. Ketika akan melakukan pembangunan benteng pendem, tentara Jepang memaksa dan mengancam kepala desa dari Desa Bapangsari, Desa Dadirejo, dan Desa Somorejo untuk mendatangkan tenaga kerja yang berasal dari penduduknya sejumlah 250 orang untuk dijadikan romusha. Adanya ancaman dari tentara Jepang, para penduduk terpaksa menjadi tenaga kerja sukarela. Puluhan benteng yang dibangun di sekitar Bukit Kalimaro berupa bunker dan pillbox. Selama pengerahan tenaga kerja romusha, baik pekerja maupun penduduk lain mengalami kelaparan yang menyebabkan mereka harus memanfaatkan hasil bumi lain, seperti jagung, singkong, iles-iles, gembili, gadung, dan porang yang mereka dapatkan dari hutan akibat dari kelangkaan beras. Nasib penduduk yang terusir saat kedatangan tentara Jepang mulai kembali ke Bagelen setelah kemerdekaan secara bertahap.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Romusha, Pendudukan Jepang, Bagelen
Subjects: D History General and Old World > D History (General)
H Social Sciences > H Social Sciences (General)
H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare
Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Ilmu Sejarah, S1
Depositing User: Setyarini UPT Perpus
Date Deposited: 30 Jan 2024 04:26
Last Modified: 30 Jan 2024 04:26
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/61660

Actions (login required)

View Item View Item