KREASI SENI PADA MEDIA SOSIAL DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SENI DI ERA DIGITAL: STUDI KASUS PADA KONTEN KREATIF RORO CHOREOGRAPHER


Deva Marsiana, 0204519009 (2022) KREASI SENI PADA MEDIA SOSIAL DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SENI DI ERA DIGITAL: STUDI KASUS PADA KONTEN KREATIF RORO CHOREOGRAPHER. Masters thesis, UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG.

[thumbnail of 0204519009 - Deva Marsiana.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (6MB) | Request a copy

Abstract

Kreasi seni di era masyarakat digital sebagai media ekspresi seni dan komunikasi di media sosial memiliki tantangan kreatif tersendiri. Masyarakat maya menjalani proses interaksi sosial, kelompok sosial kebudayaan masyarakat digital dimana juga ada profesi baru berbasis digital seperti Tiktokers, Youtuber, Selebgram, dan Influencer. Kegiatan pembelajaran di era digital dapat dilakukan di dalam maupun diluar kelas dimana teknologi merupakan suatu komponen yang memfasilitasi dan mudah diakses untuk menemukan sumber belajar. Saat ini, media sosial telah menciptakan praktik baru yang dikenal sebagai sharing konten yang terjadi di antara pengguna media sosial. Hal ini menciptakan konten penting karena memungkinkan pembaca untuk melihat bagaimana konten menjadi sumber belajar seni di media sosial atau dunia maya. Konten yang menarik dan banyak diminati para pengguna media sosial yaitu konten yang menghibur dan memiliki nilai estetis, antara lain gerak tari, aktivitas bermusik, seni rupa, dan drama. Salah satu pengguna media sosial TikTok, Instagram, dan Youtube bernama Roro Choreographer dengan nama asli Septi Wahyu Setyaningsih Sugiyo atau biasa dipanggil Septi Kurniawan. Selain konten kreator, beliau juga guru di SMP 18 Semarang. Konten yang dibuat oleh Septi berisikan gerak tari namun lebih menjurus ke gerak India. Hingga saat ini, videonya telah ditonton lebih dari ribuan kali. Penelitian ini bertujuan membahas atau mengkaji proses kreatif, media sosial, sumber belajar guna meningkatkan kreativitas seni di Era Digital. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan ilmu interdisiplin. Hasil penelitian menunjukan sebagai berikut; 1) Proses kreatif tari disajikan dengan tahap inspirasi dan pemikiran kritis, tahap eksplorasi artistik, tahap fantasi, dan proses olah digital platform. Kreativitas melahirkan aktivitas atau kreativitas ditunjukkan oleh adanya aktivitas; 2) Media Sosial seperti TikTok, Youtube, Instagram merupakan platform yang membuat konten Roro Choregrapherdengan perencanaan, pembuatan, pengiriman, interaksi dan evaluasi; 3) Sumber belajar informal dilakukan melalui kelas pelatihan, challenge dan interaksi mendalam. Saran dari hasil penelitian konsisten dalam berkreasi, berkarya, berekspresi dan berkonten di media sosial maupun perangkat digital sangat berpengaruh agar tetap terus belajar. Sehingga peneliti menyarankan untuk terus berproses menghasilkan karya yang positif pada dunia digital sekarang ini

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: N Fine Arts > NL Theater and Dance
Fakultas: Pasca Sarjana > Pendidikan Seni, S2
Depositing User: TUKP unnes
Date Deposited: 05 Jan 2024 02:58
Last Modified: 05 Jan 2024 03:16
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/60803

Actions (login required)

View Item View Item