POLA PERSEBARAN PERMUKIMAN KUMUH DAN INDIKATOR KEKUMUHANNYA DI KECAMATAN SAYUNG KABUPATEN DEMAK


Ananda Hamdan Musoffa, 3211418055 (2022) POLA PERSEBARAN PERMUKIMAN KUMUH DAN INDIKATOR KEKUMUHANNYA DI KECAMATAN SAYUNG KABUPATEN DEMAK. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[thumbnail of 3211418055 - Ananda Hamdan Musoffa.pdf] PDF - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Permukiman kumuh merupakan salah satu permasalahan utama di Kecamatan Sayung yang belum bisa teratasi. Tujuan penelitian ini sebegai berikut: (1) mengetahui kondisi permukiman kumuh di Kecamatan Sayung Kabupaten Demak; (2) menganalisis kualitas permukiman kumuh di Kecamatan Sayung Kabupaten Demak; (3) menggambarkan pola persebaran permukiman kumuh di Kecamatan Sayung Kabupaten Demak. Jumlah populasi 290 rumah dengan sampel 74 yang menggunakan rumus slovin margin eror 10 %. Metode yang digunakan adalah pembobotan dengan kriteria-kriteria kekumuhan seperti kondisi bangunan tidak layak, ketersediaan prasarana perkotaan, tingkat kepadatan kawasan, legalitas lahan dan vitalitas ekonomi, serta di lakukan analisis pola kualitas permukiman kumuh menggunakan analisis moran dan dianalisi menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian terdapat beberapa indikator/kriteria yang termasuk kedalam kekumuhan ringan diantaranya kualitas bangunan, jarak ke tempat mata pencaharian dan ruang gerak per-jiwa Desa Sayung, yang termasuk kedalam kekumuhan sedang diantaranya adalah kondisi kebutuhan air bersih, prasarana sanitasi, kondisi jalan. Sedangkan yang termasuk kedalam kekumuhan tinggi adalah kejadian banjir dalam satu tahun, kondisi prasarana persampahan, prasarana drainase, kepadatan bangunan dan status kepemilikan lahan. tingkat kekumuhan tertinggi berada pada Desa Bedono dengan skor 14, diikuti Desa Sriwulan yang memiliki tingkat kekumuhan sedang dengan skor 18, hal tersebut dikarenakan lokasi Desa Bedono dan Sriwulan edekat laut jawa. Desa Sayung mempunyai kualitas ringan dengan skor 25, lokasi Desa Sayung jauh dari Laut Jawa. Luas permukiman kumuh dengan tingkat kekumuhan tinggi dengan luas 0,4498 ha, Permukiman kumuh dengan kualitas sedang memiliki luas 1,172437 ha, sedangkan permukiman dengan kualitas kekumuhan ringan mempunyai luasan 0,7368 ha. Pola permukiman kumuh di Kecamatan Sayung adalah mengelompok. Kualitas permukiman kumuh di Kecamatan Sayung di dominasi dengan kualitas permukiman kumuh sedang, dengan permasalahan utama yaitu kondisi drainase, kondisi persampahan, intensitas banjir serta status kepemilikan lahan. Saran dari penelitian ini adalah Desa Sriwulan dan Desa Bedono merupakan Desa dengan kualitas permukiman kumuh sedang, pemerintah Desa atau Daerah sebaiknya lebih memperhatikannya dengan solusi-solusi yang dapat memperbaiki kondisi permukiman atau masyarakat di Desa tersebut.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Kondisi Permukiman Kumuh, Kualitas Permukiman Kumuh, Permukiman Kumuh, Pola Permukiman Kumuh.
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Geografi, S1
Depositing User: Sri Wahyuningsih
Date Deposited: 25 Jul 2023 05:14
Last Modified: 25 Jul 2023 05:14
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/59618

Actions (login required)

View Item View Item