Struktur Fungsi Pelaku dan Motif Cerita “Madege Mataram” karya Kusmardijo dalam Cerita Bersambung di Majalah Djaka Lodang tahun 2004


Dwi Fatu Nur Rokhimawati, 2009 (2009) Struktur Fungsi Pelaku dan Motif Cerita “Madege Mataram” karya Kusmardijo dalam Cerita Bersambung di Majalah Djaka Lodang tahun 2004. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[thumbnail of Struktur Fungsi Pelaku dan Motif Cerita “Madege Mataram” karya Kusmardijo dalam Cerita Bersambung di Majalah Djaka Lodang tahun 2004]
Preview
PDF (Struktur Fungsi Pelaku dan Motif Cerita “Madege Mataram” karya Kusmardijo dalam Cerita Bersambung di Majalah Djaka Lodang tahun 2004) - Published Version
Download (21kB) | Preview

Abstract

Rokhimawati, Dwi Fatu Nur. 2009. Struktur Fungsi Pelaku dan Motif Cerita “Madege Mataram” karya Kusmardijo dalam Cerita Bersambung di Majalah Djaka Lodang tahun 2004. Skripsi. Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang, Pembimbing I: Drs. Sukadaryanto, M.Hum. Pembimbing II: Drs. Widodo Kata Kunci: Cerita Rakyat, fungsi pelaku dan motif cerita. Cerita rakyat merupakan ekspresi suatu masyarakat melalui bahasa tutur yang berhubungan langsung dengan berbagai aspek budaya dan susunan nilai sosial masyarakat tersebut. Mengenal cerita rakyat adalah bagian dari mengenal sejarah dan budaya suatu bangsa. “Madege Mataram” merupakan sebuah bentuk cerita rakyat yang di dalamnya terdapat fungsi pelaku dan motif cerita dari sang tokoh yang dimaksud disini adalah Joko Tingkir dan Sutawijaya. Permasalahan yang diambil dalam penelitian ini adalah untuk mengungkap bagaimana fungsi pelaku dalam cerita rakyat ”Madege Mataram”? dan bagaimana motif cerita rakyat “Madege Mataram”? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap fungsi pelaku dalam cerita rakyat ”Madege Mataram” dan mengungkap motif cerita dalam cerita rakyat ”Madege Mataram”. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis struktural yang dikemukakan oleh Vladimir Propp. Metode ini diterapkan dalam cerita rakyat ”Madege Mataram” karya Kusmardijo yang dikemas dalam cerita bersambung di Majalah Djaka Lodang tahun 2004, sedangkan pendekatan yang yang digunakan adalah pendekatan objektif. Hasil dari pembahasan dapat disimpulkan bahwa cerita “Madege Mataram” sebagian dapat memenuhi struktur fungsi pelaku yang dikemukakan oleh Vladimir Propp walaupun tidak semua fungsi terpenuhi. Dalam cerita rakyat “Madege Mataram” tokoh Jaka Tingkir terdapat 22 fungsi dari 31 fungsi pelaku, sedangkan pada tokoh Sutawijaya terdapat 15 fungsi dari 31 fungsi pelaku. Motif-motif pendukung dari cerita “Madege Mataram” pada tokoh Jaka Tingkir yaitu: 1) motif pertarungan, 2) motif pembunuhan, 3) motif pengembaraan, 4) motif bertapa, 5) motif perkawinan, 6) motif sayembara, 7) motif perolehan alat sakti. Motif-motif pendukung dari cerita “Madege Mataram” pada tokoh Sutawijaya 1) motif pertarungan, 2) motif pembunuhan, 3) motif bertapa. Melalui penelitian ini disarankan hasil analisis dalam penelitian ini legitimasi atau pengukuhan tokoh Jaka Tingkir dan Sutawijaya diharapkan bisa sebagai cerminan atau suri tauladan bagi pembaca atau masyarakat sekitar, serta melalui penelitian cerita rakyat “Madege Mataram” ini, diharapkan bisa dijadikan sebagai simbol kearifan lokal.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Cerita Rakyat, fungsi pelaku dan motif cerita.
Subjects: P Language and Literature > PL Languages and literatures of Eastern Asia, Africa, Oceania
Fakultas: Fakultas Bahasa dan Seni > Sastra Jawa (S1)
Depositing User: Hapsoro Adi Perpus
Date Deposited: 20 Oct 2011 00:43
Last Modified: 20 Oct 2011 00:43
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/5913

Actions (login required)

View Item View Item