Peranan Lembaga Pemasyarakatan Dalam Pembinaan Ketrampilan Bagi Narapidana (Kasus Di Lembaga Pemasyarakatan Purwokerto)


Taufik Hidayat, 3501406024 (2011) Peranan Lembaga Pemasyarakatan Dalam Pembinaan Ketrampilan Bagi Narapidana (Kasus Di Lembaga Pemasyarakatan Purwokerto). Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[thumbnail of Peranan Lembaga Pemasyarakatan Dalam Pembinaan Ketrampilan Bagi Narapidana (Kasus Di Lembaga Pemasyarakatan Purwokerto)]
Preview
PDF (Peranan Lembaga Pemasyarakatan Dalam Pembinaan Ketrampilan Bagi Narapidana (Kasus Di Lembaga Pemasyarakatan Purwokerto)) - Published Version
Download (913kB) | Preview

Abstract

Lembaga Pemasyarakatan Purwokerto merupakan lembaga yang membina narapidana sekaligus lembaga binaan yang menindaklanjuti para tahanannya dengan membekali ketrampilan untuk bekal hidupnya kelak setelah menyelesaikan masa tahanannya. Pembinaan yang dilakukan oleh Lembaga Pemasyarakatan harus menumbuhkan suasana yang penuh saling pengertian dan kerukunan, baik di antara sesame narapidana maupun antara petugas LP dengan narapidananya, sehingga tercipta hubungan yang harmonis di dalam Lembaga Pemasyarakatan. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini, adalah : (1) Bagaimana peranan Lembaga Pemasyarakatan Purwokerto dalam pembinaan ketrampilan bagi narapidana, (2) Faktor-faktor apa saja yang menghambat dan mendukung Lembaga Pemasyarakatan Purwokerto dalam melaksanakan pembinaan ketrampilan bagi narapidana, (3) Bagaimana pemecahan masalah yang ditempuh Lembaga Pemasyarakatan Purwokerto dalam mengatasi hambatan dalam pembinaan ketrampilan bagi narapidana. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) Mengetahui peranan Lembaga Pemasyarakatan Purwokerto dalam pembinaan ketrampilan bagi narapidana, (2) Faktor-faktor yang menghambat dan mendukung Lembaga Pemasyarakatan Purwokerto dalam melaksanakan pembinaan ketrampilan bagi narapidana, (3) Pemecahan masalah yang ditempuh untuk mengatasi hambatan dalam pembinaan ketrampilan bagi narapidana. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Lokasi penelitian dilakukan di Lembaga Pemasyarakatan Purwokerto. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Validitas data menggunakan trianggulasi sumber. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model analisis interaktif menurut Miles and Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa (1) Lembaga Pemasyarakatan dalam pembinaan ketrampilan bagi narapidana memiliki peranan memberikan pembinaan bagi narapidana. Pembinaan yang diberikan berupa pembinaan kepribadian, pembinaan kemandirian dan asimilasi. Pembinaan kepribadian terdiri dari pembinaan keagamaan dan pembinaan moral. Pembinaan keagamaan berupa bimbingan agama Islam dan Kristen. Pembinaan moral berupa penyuluhan budi pekerti, pembinaan kesadaran berbangsa dan bernegara dan penyuluhan hukum, kesehatan dan sosial. Pembinaan kemandirian terdiri dari ketrampilan umum dan ketrampilan khusus. Ketrampilan umum berupa olah raga. Ketrampilan khusus berupa ketrampilan hidup seperti pertukangan kayu, kerajinan sapu, las listrik, batik tulis, kerajinan sangkar burung, perkebunan, dan pembuatan souvenir. Pembinaan asimilasi terdiri dari asimilasi ke dalam dan keluar. Asimilasi kedalam berupa olah raga antara narapidana dengan petugas dan kesempatan untuk dibesuk keluarga. (2) Faktor pendukung upaya Lembaga Pemasyarakatan Purwokerto dalam pembinaan ketrampilan bagi narapidana adalah situasi LAPAS yang kondusif, pembinaan narapidana secara bottom up approach, sarana dan prasarana yang memadai, pembinaan dilakukan dengan cara kekeluargaan, pemberian premi atau upah. Faktor penghambat upaya Lembaga Pemasyarakatan Purwokerto dalam pembinaan ketrampilan bagi narapidana adalah petugas Pembina yang belum menguasai ketrampilan, pemasaran hasil ketrampilan yang terbatas, dan jumlah narapidana yang melebihi daya tampung. (3) Pemecahan masalah yang ditempuh Lembaga Pemasyarakatan Purwokerto untuk mengatasi hambatan yang muncul dalam rangka pembinaan ketrampilan bagi narapidana adalah dengan mengirim petugas Pembina untuk mengikuti pelatihan di Kementerian Hukum dan HAM dan memindahkan narapidana ke Lembaga Pemasyarakatan yang baru. Selain itu Lembaga Pemasyarakan juga menjalin hubungan kerjasama dengan pihak ketiga dalam hal ini untuk pemasaran hasil kerajinan warga binaan. Saran yang diajukan dalam penelitian ini adalah diharapkan kepada Lembaga Pemasyarakatan harus tetap proporsional dalam menampung narapidana agar setiap narapidana dapat benar-benar dibina dan juga Lembaga Pemasyarakatan harus lebih inovatif untuk meningkatkan pembinaan yang ada dan dapat mengatasi setiap hambatan yang muncul dengan tepat.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Peranan LP, Pembinaan Ketrampilan, Narapidana
Subjects: H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Sosiologi dan Antropologi, S1
Depositing User: budi Budi santoso perpustakaan
Date Deposited: 19 Oct 2011 02:21
Last Modified: 25 Apr 2015 06:07
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/5873

Actions (login required)

View Item View Item