Analisa Gradasi Agregat Campuran Pasir Pantai dan Pasir Lokal sebagai Bahan Beton Kedap Air dan Beton Normal


Nur Alfi K.Y, 5101406028 (2011) Analisa Gradasi Agregat Campuran Pasir Pantai dan Pasir Lokal sebagai Bahan Beton Kedap Air dan Beton Normal. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[thumbnail of Analisa Gradasi Agregat Campuran Pasir Pantai dan Pasir Lokal sebagai Bahan Beton Kedap Air dan Beton Normal]
Preview
PDF (Analisa Gradasi Agregat Campuran Pasir Pantai dan Pasir Lokal sebagai Bahan Beton Kedap Air dan Beton Normal) - Published Version
Download (25MB) | Preview

Abstract

Penggunaan Pasir Pantai sebagai bahan beton belum banyak dilakukan di Indonesia, untuk itu perlu penelitian lebih lanjut agar Pasir Pantai dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin sebagai bahan beton normal dan kedap air. Permasalahan dalam penelitian ini adalah (1) bagaimanakah sifat-sifat material dan karakteristik agregat Pasir Pantai, Pasir Lokal, dan kerikil sebagai bahan beton kedap air dan beton normal, (2) bagaimanakah karakteristik agregat campuran Pasir Pantai dan Pasir Lokal sebagai bahan beton kedap air dan beton normal. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Variabel dalam penelitian ini perbandingan Pasir Pantai, Pasir Lokal dan kerikil. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode pengukuran atau tes pada rancangan eksperimen. Metode analisis yang digunakan adalah dengan cara pengolahan data hasil pengujian, selanjutnya dituangkan dalam bentuk tabel. Dari hasil penelitian, sifat-sifat material semua agregat aman dipakai sebagai bahan beton. Karakteristik Pasir Pantai memiliki butiran terlalu halus, Pasir Lokal berbutir agak kasar dan kerikil Pudak Payung termasuk agregat kasar dengan butir maksimal 20 mm. Untuk beton normal, campuran Pasir Pantai Tegal, Kali Gung dan Kerikil Pudak Payung diperoleh perbandingan 10%:30%:60%. Campuran Pasir Pantai Pemalang, Kali Gung dan Kerikil Pudak Payung diperoleh perbandingan 10%:30%:60%, Pasir Pantai Batang, Kaliboyo dan Kerikil Pudak Payung diperoleh perbandingan 10%:15%:70%. Campuran Pasir Pantai Jepara,Muntilan dan Kerikil Pudak Payung diperoleh perbandingan 7%:26%:67%. Untuk Campuran Pasir Pantai Rembang, Cepu dan Kerikil Pudak payung tidak diperoleh perbandingan yang masuk ke dalam standar. Untuk beton kedap air dengan asumsi berat beton sebesar 2300 kg, untuk fas 0,4 perbandingan 10% PasirPantai Tegal:20% Pasir Kali Gung:70% Kerikil Pudak Payung diperlukan berat semen minimal 206,72kg, perbandingan 10% Pasir Pantai Pemalang:30% Pasir Kali Gung:60% Kerikil Pudak Payung diperlukan berat semen minimal 219,67kg, perbandingan 1% Pasir Pantai Batang:30% Pasir Kaliboyo:69% Kerikil Pudak Payung diperlukan berat semen minimal 202,14kg, perbandingan 7% Pasir Pantai Jepara:26% Pasir Muntilan:67% Kerikil Pudak Payung diperlukan berat semen minimal 235,38 kg, perbandingan 10% Pasir Pantai Rembang:20% Pasir Cepu:70% Kerikil Pudak Payung diperlukan berat semen minimal 176,81 kg. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa setelah dilakukan analisa agregat ternyata pasir pantai dapat digunakan sebagai bahan beton normal dan beton kedap air, namun gradasinya perlu diuji secara berulang-ulang agar didapatkan gradasi yang masuk kedalam daerah batas yang sudah ditetapkan.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Gradasi Agregat Campuran, Pasir Pantai, Pasir Lokal
Subjects: T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Fakultas: Fakultas Teknik > Pendidikan Teknik Bangunan, S1
Depositing User: budi Budi santoso perpustakaan
Date Deposited: 18 Oct 2011 07:30
Last Modified: 25 Apr 2015 06:05
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/5796

Actions (login required)

View Item View Item