(ABSTRAK) PROSESI DAN MAKNA SIMBOLIK RITUAL DALAM PENGGARAPAN SAWAH (Studi Kasus Petani Adiarsa Kecamatan Kertanegara Kabupaten Purbalingga)


Sakti Dian Kumalasari, 3501405037 (2009) (ABSTRAK) PROSESI DAN MAKNA SIMBOLIK RITUAL DALAM PENGGARAPAN SAWAH (Studi Kasus Petani Adiarsa Kecamatan Kertanegara Kabupaten Purbalingga). Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[thumbnail of (ABSTRAK) PROSESI DAN MAKNA SIMBOLIK RITUAL  DALAM PENGGARAPAN SAWAH  (Studi Kasus Petani Adiarsa Kecamatan Kertanegara Kabupaten Purbalingga)]
Preview
PDF ((ABSTRAK) PROSESI DAN MAKNA SIMBOLIK RITUAL DALAM PENGGARAPAN SAWAH (Studi Kasus Petani Adiarsa Kecamatan Kertanegara Kabupaten Purbalingga)) - Published Version
Download (51kB) | Preview

Abstract

Penyelenggaraan tradisi sangat penting bagi masyarakat pendukungnya dan dianggap sebagai ritual yang sesuai dengan masyarakat tersebut. Pada umumnya setiap ritual memiliki berbagai maksud, tujuan dan makna tersendiri bagi pelaku. Dalam pelaksanaan ritual pengarapan sawah ditemukan penggunaan simbol-simbol yang memiliki makna dan tujuan tertentu, sehingga menggugah keingintahuan peneliti untuk mengetahui makna di balik simbol-simbol tersebut. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana prosesi dan ritual penggarapan sawah yang dilakukan oleh petani Desa Adiarsa?(2) Mengapa petani Adiarsa malakukan ritual dalam prosesi penggarapan sawah?. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui bagaimana ritual penggarapan sawah yang dilakukan petani Adiarsa Kecamatan Kertanegara Kabupaten Purbalingga, (2) untuk mengetahui alasan mengapa petani Adiarsa malakukan ritual penggarapan sawah. Metode penelitian ini dengan metode kualitatif, lokasi penelitian dilakukan di Desa Adiarsa. Sumber data dari data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode analisis data dengan menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan dalam ritual penggarapan sawah, masyarakat Adiarsa masih melakukannya meskipun ada beberapa yang mulai dihilangkan. Dalam ritual seharusnya urutan upacara yang dilakukan adalah tulak, mimiti, dan ngelep. Tetapi sekarang tulak sudah jarang masyarakat yang masih melakukannya. Ritual penggarapan sawah dilakukan sebagai bentuk simbolik kepercayaan seperti terlihat pada kepercayaan masyarakat petani terhadap Allah, Dewi Sri dan makhluk penunggu sawah. Disimpulkan bahwa dalam pelaksanaan ritual penggarapan sawah masyarakat Adiarsa masih melakukannya meskipun ada beberapa yang dihilangkan dari ritual aslinya. Secara umum ritual penggarapan sawah mempunyai makna dan simbol yang terkandung di dalamnya, pertama untuk meminta keselamatan dan yang kedua untuk meningkatkan solidaritas antar sesama. Upacara ritual penggarapan sawah merupakan bentuk rasa syukur masyarakat Adiarsa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan rasa hormat terhadap Dewi Sri serta makhluk halus yang menunggui sawahnya. Disarankan supaya tidak hilang karasteristik dari ritual penggarapan sawah yang terkandung dalam makna simbol-simbol tersebut, hendaknya tiap petani yang akan melakukan ritual penggarapan sawah mempunyai kesadaran untuk menjaga kemurnian simbol yang ada. Hendaknya setiap penyelenggara ritual mimiti meminimalisir biaya yang harus dikeluarkan, dengan pelaksanaan mimiti dilakukan secara komunal dan sederhana oleh warga masyarakat sehingga biaya yang dikeluarkan dapat ditanggung bersama.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Ritual, Penggarapan Sawah, Makna Simbolik
Subjects: H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Sosiologi dan Antropologi, S1
Depositing User: Users 7 not found.
Date Deposited: 18 Oct 2011 04:24
Last Modified: 19 Oct 2011 01:45
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/5785

Actions (login required)

View Item View Item