INTERAKSI VARIABEL PROSES PEMBUATAN PLASTIK BIODEGRADABLE DARI PATI BIJI DURIAN (DURIO ZIBETHINUS MURR) DENGAN PENAMBAHAN GLISEROL DAN KITOSAN RAJUNGAN (PORTUNUS PELAGICUS)


Asri Luviani Devi, 5213418005 (2022) INTERAKSI VARIABEL PROSES PEMBUATAN PLASTIK BIODEGRADABLE DARI PATI BIJI DURIAN (DURIO ZIBETHINUS MURR) DENGAN PENAMBAHAN GLISEROL DAN KITOSAN RAJUNGAN (PORTUNUS PELAGICUS). Under Graduates thesis, Unnes.

[thumbnail of 5213418005 - Asri Luviani Devi.pdf] PDF - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (6MB) | Request a copy

Abstract

Plastik konvensional membutuhkan waktu sekitar ratusan bahkan ribuan tahun untuk memutuskan rantai karbonnya agar dapat mengalami dekomposisi secara alamiah. Sementara plastik banyak digunakan untuk berbagai hal diantaranya: pembungkus makanan, elektronik, otomotif dan berbagai sektor lainnya. Kebutuhan akan plastik tersebut memicu munculnya permasalahan lingkungan yaitu sampah plastik di dunia khususnya Indonesia yang menempati urutan kedua dengan jumlah 5,4 juta ton/tahun. Perlu adanya solusi, seperti mengganti bahan plastik sintetis menjadi biopolimer sebagai bioplastik. Bioplastik merupakan jenis plastik yang mudah terdegradasi oleh adanya aktivitas mikrooganisme setelah habis terpakai dan dibuang ke lingkungan, sehingga bioplastik layak digunakan sebagai alternatif plastik konvensional. Penelitian ini memanfaatkan biji durian dalam pembuatan bioplastik dengan plastisizer gliserol dan filler kitosan rajungan serta variasi suhu gelatinasi untuk meningkatkan sifat mekanik bioplastik. Pada penelitian ini digunakan variasi suhu gelatinasi (80, 85, dan 90°C), variasi konsentrasi gliserol (1.5, 2.5, dan 3.5 gram), dan variasi konsentrasi kitosan rajungan (2, 3, dan 4 gram). Hasil ekperimen dioptimasi menggunakan RSM basis CCD untuk mengetahui adanya interaksi antar variabel proses terhadap sifat mekanik bioplastik (kuat tarik dan elongasi). Hasil uji menunjukkan adanya interaksi antar variabel proses terhadap sifat mekanik bioplastik (kuat tarik dan elongasi). Semakin tinggi suhu gelatinasi maka nilai kuat tarik yang dihasilkan semakin tinggi namun kuat tarik akan menurun ketika diatas suhu 90°C, sedangkan semakin rendah suhu gelatinasi akan menghasilkan nilai elongasi yang semakin tinggi. Selain itu, semakin banyak konsentrasi gliserol yang ditambahkan maka nilai elongasi yang dihasilkan semakin meningkat, sedangkan semakin rendah konsentrasi gliserol yang ditambahkan maka nilai kuat tarik akan semakin meningkat. Sementara semakin banyak konsentrasi kitosan rajungan yang ditambahkan maka akan menghasilkan nilai kuat tarik yang semakin meningkat, sedangkan semakin rendah kosnetrasi kitosan rajungan yang ditambahkan maka akan menghasilkan nilai elongasi yang semakin meningkat. Hasil kuat tarik tertinggi pada suhu gelatinasi 90°C, konsnetrasi gliserol 1,5 gram, dan konsentrasi kitosan rajungan 4 gram sebesar 25,17 Mpa telah memenuhi standar SNI. Hasil elongasi tertinggi pada suhu gelatinasi 80°C, konsnetrasi gliserol 3,5 gram, dan konsentrasi kitosan rajungan 2 gram sebesar 26,67%. Hasil FTIR menunjukkan adanya gugus O-H, C-H, C≡C, N-H, dan C-O. Adanya gugus fungsi ester sehingga bioplastik dari limbah biji durian ini dapat terdegradasi. Lamanya biodegradasi yang dihasilkan pada penelitian ini adalah dalam waktu 7 hari untuk dapat terurai hampir keseluruhan (90%) yang memenuhi standar eropa EN 13432:2000

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: INTERAKSI VARIABEL PROSES PEMBUATAN PLASTIK BIODEGRADABLE DARI PATI BIJI DURIAN (DURIO ZIBETHINUS MURR) DENGAN PENAMBAHAN GLISEROL DAN KITOSAN RAJUNGAN (PORTUNUS PELAGICUS)
Subjects: T Technology > TP Chemical technology
Fakultas: Fakultas Teknik > Teknik Kimia, S1
Depositing User: sri yuniati perpustakaan
Date Deposited: 26 Apr 2023 07:55
Last Modified: 26 Apr 2023 07:55
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/57445

Actions (login required)

View Item View Item