MAKNA BUDAYA BAJAPUIK PADA PERNIKAHAN MASYARAKAT MINANGKABAU DI PARIAMAN SUMATRA BARAT


Nurul Anita, 3401418028 (2022) MAKNA BUDAYA BAJAPUIK PADA PERNIKAHAN MASYARAKAT MINANGKABAU DI PARIAMAN SUMATRA BARAT. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[thumbnail of 3401418028 - Nurul Anita.pdf] PDF - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Masyarakat Pariaman merupakan masyarakat yang memiliki sistem pernikahan yang berbeda dari daerah lainnya di Sumatra Barat. Mempelai laki-laki atau marapulai dijemput secara adat dalam pernikahan, akan tetapi marapulai atau pihak laki-laki dijemput dengan menyaratkan adanya uang japuik atau uang jemputan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran mamak dalam budaya bajapuik, mengetahui proses budaya bajapuik, mengetahui makna budaya bajapuik, dan mengetahui perubahan budaya bajapuik. Objek dalam penelitian ini yaitu masyarakat di Kota Pariaman, Sumatra Barat, permasalahan dalam penelitian ini makna budaya bajapuik dalam pernikahan masyarakat Pariaman di Sumatra Barat. Subjek penelitian ini adalah masyarakat Pariaman yang menjalankan budaya bajapuik pada saat pernikahan dan dipilih sebanyak 9 informan, alasan memilih informan tersebut karena masyarakat tersebut mengetahui dan melaksanakan budaya bajapuik dalam pernikahannya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Teknis analisis data dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan teori peran oleh Robert Ezra Park dan teori fungsionalisme struktural Talcott Parson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mamak berperan mencarikan jodoh atau calon suami untuk kemenakannya (keponakannya), mulai dari menyeleksi calon yang nantinya akan menjadi suami kemenakannya hingga pada saat pesta pernikahan dilaksanakan. Pada pernikahan dengan budaya bajapuik, terdapat proses yang harus dilaksanakan yaitu proses sebelum hari H pernikahan dan pada saat hari H pernikahan. Perubahan uang japuik dapat dinilai dari makna budaya japuik itu sendiri, pada zaman dahulu nilai moral yang diutamakan dalam terlaksananya budaya bajapuik, namun pada zaman sekarang uang japuik dilihat dari kebendaan, materialistis dan menganggap bahwa uang hal yang paling diutamakan. Mamak sangat berperan penting dalam budaya bajapuik yang ada di daerah Pariaman, Sumatra Barat. Makna dari adanya budaya bajapuik di daerah Pariaman adalah sebagai bentuk penghargaan kepada pihak laki-laki.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Pariaman, Uang Japuik
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Sosiologi dan Antropologi, S1
Depositing User: Sri Wahyuningsih
Date Deposited: 28 Feb 2023 02:58
Last Modified: 28 Feb 2023 02:58
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/56382

Actions (login required)

View Item View Item