PERNIKAHAN DINI DI KALANGAN REMAJA DESA KEBOLEDAN KECAMATAN WANASARI KABUPATEN BREBES


Putri Ayu Setyo Nur Islami, 3401415075 (2022) PERNIKAHAN DINI DI KALANGAN REMAJA DESA KEBOLEDAN KECAMATAN WANASARI KABUPATEN BREBES. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[thumbnail of 3401415075 - Putri Ayu Setyo Nur Islami.pdf] PDF - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Pernikahan dini merupakan pernikahan di bawah umur yang tidak sesuai target persiapan dalam segi fisik, mental, dan materi, namun bagaimana anak menikah dini dengan anggapan orang tua yang tidak mementingkan pendidikan? Apakah pernikahan tersebut dilaksanakan atas kehendak individu atau paksaan orang tua? Diketahui pernikahan dini membutuhkan legalitas, namun bagaimana bentuk praktek pernikahan dapat dilaksanakan ? Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan konstruksi sosial yang muncul pada pernikahan dini di kalangan remaja Desa Keboledan, (2) Menganalisis bentuk praktik pernikahan dini, (3) Mengetahui faktor-faktor penyebab pernikahan dini di kalangan remaja Desa Keboledan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis menggunakan teori konstruksi sosial serta konsep pernikahan. Lokasi Penelitian berada di Desa Keboledan, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes. Data diperoleh dari hasil wawancara kepada informan. Uji validitas data menggunakan Teknik triangulasi data. Teknik analisis data menggunakan interaktif dengan tahapan penelitian menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa fenomena pernikahan dini di kalangan remaja desa, masih diterapkan berdasarkan (1) Konstruksi sosial menciptakan realitas melalui tindakan, pengalaman dan pengetahuan masyarakat yang turun-temurun. Orang tua menikahkan anak untuk meningkatkan status sosial keluarga, mempererat hubungan keluarga, dan untuk memperbaiki kondisi ekonomi orang tua. (2) Bentuk praktik pernikahan dini dengan menjalankan syarat persidangan dispensasi selama 21 hari hingga 2 bulan di Pengadilan Agama, dan dispensasi dilakukan jika calon pengantin masih dibawah umur atau mempunyai alasan khusus seperti hamil diluar pernikahan. (3) Faktor yang melatarbelakangi terjadinya pernikahan dini dipengaruhi faktor ekonomi rendah, pendidikan yang rendah mempengaruhi pengetahuan remaja sehingga mengalami kesulitan dalam mendapatkan informasi mengenai bahaya menikah dini dan kesehatan reproduksi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat diajukan saran sebagai berikut: (1) Sosialisasi pendidikan seks pada remaja desa untuk mencegah pernikahan anak supaya tidak ada perceraian, (2) Orang tua dapat memantau pergaulan anak dilingkungan pertemanan, (3) Petugas kesehatan memberikan penyuluhan terkait kesehatan reproduksi pada remaja sehingga dapat mencegah kematian ibu dan anak.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Bentuk Praktik Pernikahan Dini, Faktor-faktor Pernikahan Dini, Konstruksi Sosial, Pernikahan Dini, Remaja.
Subjects: H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Sosiologi dan Antropologi, S1
Depositing User: Sri Wahyuningsih
Date Deposited: 22 Feb 2023 02:42
Last Modified: 22 Feb 2023 02:42
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/56322

Actions (login required)

View Item View Item