NILAI-MORAL DALAM TRADISI BEGALAN PADA ADAT PERKAWINAN DI DESA MENGANTI, RAWALO, BANYUMAS


Patria Nurahayu, 3301418038 (2022) NILAI-MORAL DALAM TRADISI BEGALAN PADA ADAT PERKAWINAN DI DESA MENGANTI, RAWALO, BANYUMAS. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[thumbnail of 3301418038 - Patria Nurahayu.pdf] PDF - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Begalan merupakan tradisi Banyumas yang masih dilaksanakan masyarakat Desa Menganti pada upacara perkawinannya. Tradisi Begalan dipercaya sebagai sarana pemberian nasihat serta sebagai penolak bala kedua mempelai pengantin. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan prosesi tradisi Begalan pada adat perkawinan di Desa Menganti, Rawalo, Banyumas, serta untuk menganalisis dan mendeskripsikan nilai-moral yang terdapat dalam pelaksanaan tradisi Begalan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang berisi deskripsi-deskripsi fenomena akurat yang terjadi di lapangan. Fokus dalam penelitian ini meliputi prosesi (sejarah, pelaku, perlengkapan, waktu dan tempat pelaksanaan, bahasa dan dialek, urutan pelaksanaan), dan nilai-moral dalam tradisi Begalan. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui observasi, wawanacara, dan dokumentasi. Uji keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Teknik analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Begalan merupakan tradisi Banyumas yang berasal dari pengalaman Adipati Banyumas saat akan ngundhuh manten. Dibawakan oleh dua orang yang berperan sebagai pembegal dan orang yang dibegal. Perlengkapan yang digunakan diantaranya ada kostum, pengiring dan perlengkapan utama. Waktu dan tempat pelaksanaan yakni sebelum upacara panggih penganten, di pelataran rumah pengantin wanita. Pelaku Begalan berdialek menggunakan bahasa ngapak yang membahas makna dari peralatan dapur. Serangkaian prosesi tradisi Begalan tersebut mengandung nilai-moral di dalamnya. Nilai-moral dalam prosesi tradisi Begalan, diantaranya nilai gotong royong, nilai religius, nilai estetika, nilai tanggung jawab, nilai kesetiaan, nilai kerukunan, nilai kesabaran, nilai kerja keras, nilai cinta damai, nilai kepemimpinan, nilai ketelitian, nilai kedewasaan, nilai keberanian, dan nilai kemandirian. Saran dalam penelitian ini, yakni: (1) bagi pelaku Begalan sebaiknya pelaksanaan tradisi Begalan selalu dikemas menarik dan menghibur masyarakat; (2) bagi masyarakat Desa Menganti sebaiknya upaya pelestarian tradisi Begalan dilakukan dengan menampilkan, menjadi penonton, dan menjadi pelaku tradisi Begalan; (3) bagi perangkat Desa Menganti sebaiknya lebih aktif lagi dalam memberikan pemahaman terkait tradisi Begalan dan mengajak masyarakat untuk melaksanakan tradisi Begalan; dan (4) bagi pemerintah desa lebih aktif lagi seperti membuat perlombaan Begalan yang diadakan oleh desa dan diikuti masyarakat umum, dan dengan menampilkan tradisi Begalan dalam peringatan hari-hari besar.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Nilai-Moral, Prosesi, Tradisi Begalan
Subjects: H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform > Local Wishdom
Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, S1
Depositing User: Sri Wahyuningsih
Date Deposited: 07 Feb 2023 04:11
Last Modified: 08 Feb 2023 01:35
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/56075

Actions (login required)

View Item View Item