OPTIMALISASI POTENSI EKONOMI SEKTOR PERTANIAN DI KABUPATEN DAN KOTA (Studi Kasus Provinsi Papua Barat)


Mita Hapsari, 7111417029 (2022) OPTIMALISASI POTENSI EKONOMI SEKTOR PERTANIAN DI KABUPATEN DAN KOTA (Studi Kasus Provinsi Papua Barat). Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[thumbnail of 7111417029 - Mita Hapsari.pdf] PDF - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Papua Barat merupakan salah satu provinsi yang memiliki potensi lahan yang besar untuk dimanfaatkan sebagai lahan pertanian, namun lahan pertanian di Provinsi Papua Barat belum dimanfaatkan secara optimal untuk kegiatan pertanian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi komoditas tanaman pangan yang memiliki potensi basis di masa mendatang, menentukan model optimalisasi lahan dan mengetahui luas lahan pertanian yang optimal di Provinsi Papua Barat. Metode yang digunakan adalah analisis kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi yang diperoleh dengan cara mengumpulkan data maupun informasi yang dipublikasikan melalui dokumen, kebijakan tertulis, atau bahan-bahan lainnya dari instansi terkait. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di setiap kabupaten/kota di Papua Barat memiliki potensi komoditas tanaman pangan yang berbeda. Berdasarkan komoditasnya untuk komoditas padi daerah yang berpotensi basis pada masa mendatang adalah di Kabupaten Manokwari, Raja Ampat, Teluk Wondama dan Manokwari Selatan. Komoditas jagung berpotensi basis di Kabupaten Kaimana, Manokwari dan Tambrauw. Komoditas ubi kayu berpotensi basis di Kabupaten Fak- Fak, Kaimana, Teluk Bintuni, Sorong Selatan, Raja Ampat, Maybrat, Manokwari Selatan dan Kota Sorong. Komoditas ubi jalar berpotensi basis di Kabupaten Fak-Fak, Teluk Bintuni, Sorong Selatan, Raja Ampat, Maybrat, Manokwari Selatan, dan Kota Sorong. Komoditas kedelai berpotensi basis di Kabupaten Manokwari dan Sorong. Komoditas kacang tanah berpotensi basis di Kabupaten Teluk Bintuni, Manokwari, Sorong Selatan, Maybrat. Sedangkan untuk kacang hijau berpotensi basis di Kabupaten Kaimana dan Manokwari. Model pemanfaatan lahan pertanian yang optimal di Provinsi Papua Barat yang layak digunakan adalah fungsi tujuan Max D = 4,9X1 + 5,2X2. Sedangkan fungsi batasannya adalah X1 + X2 ≤ 415.432,18; X1 ≥ 114.876,12; X2 ≥ 113.681.36; X1 ≥ 44.131 dan X2 ≤ 245.536. Luas lahan yang optimal untuk dapat dijadikan sebagai lahan pertanian di Provinsi Papua Barat untuk tanaman pangan dan hortikultura adalah sebesar 1,60% dan luasan lahan untuk tanaman perkebunan adalah sebesar 2,31% dari luas lahan yang ada, tanpa mengurangi luas area hutan di Provinsi Papua Barat.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Optimalisasi, Potensi Ekonomi Daerah, Pertanian, Tanaman Pangan, Papua Barat
Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
Fakultas: Fakultas Ekonomi > Ekonomi Pembangunan, S1
Depositing User: dina nurcahyani perpus
Date Deposited: 06 Feb 2023 03:59
Last Modified: 06 Feb 2023 03:59
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/55958

Actions (login required)

View Item View Item