EKSISTENSI GRUP MUSIK SOEGI BORNEAN DI KOTA SEMARANG


Hayyun Mahardika, 2501415161 (2022) EKSISTENSI GRUP MUSIK SOEGI BORNEAN DI KOTA SEMARANG. Under Graduates thesis, Unnes.

[thumbnail of 2501415161 - Hayyun Mahardika.pdf] PDF - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Grup musik Soegi Bornean merupakan grup musik berasal dari kota Semarang yang bergenre folk etnik dibentuk pada tanggal 21 April 2019. Seiring dengan berkembangnya industri musik dan maraknya musik dangdut, grup musik tersebut mempunyai tantangan untuk mempertahankan eksistensinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk membahas dan mendeskripsikan mengenai bagaimana grup musik Soegi Bornean mempertahankan eksistensinya, dan untuk mengetahui bagaimana respon masyarakat terhadap sajian panggung grup musik Soegi Bornean. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah grup musik Soegi Bornean dan masyarakat kota Semarang. teknik pengumpulan data meliputi wawancara observasi, dan dokumentasi. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah informasi yang berkaitan dengan eksistensi grup musik Soegi Bornean, kemudian data tersebut dianalisis dan dideskripsikan dengan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa grup musik Soegi Bornean memiliki strategi dalam mempertahankan keeksistensiannya di Kota Semarang. Strategi yang merak gunakan yaitu berprinsip dengan terus berkarya untuk mempertahankan eksistensi. Mereka berhasil menciptakan karya dimasa pandemi hingga melahirkan 4 lagu. Selain itu mereka membuat tour keliling pulau Jawa dan nusantara yang dinamai atma bersua tour dan juga rutin mengikuti event yang diadakan oleh berbagai komunitas di Kota Semarang. Mereka juga promosi di platform youtube dan sosial media lain untuk mengenalkan lagu barunya. Respon masyrakat terhadap sajian musik Soegi Bornean dapat disimpulkan dengan baik, masyarakat menganggap grup musik Soegi Bornean mempunyai cici khas tersendiri dalam menyajikan performa di atas panggung, seperti vokalis memiliki ciri khas selalu tidak memakai alas kaki, stand mic yang menggunakan kayu, kemudian dari segi penampilan mereka selalu mengenakan kain batik dan kaos polos yang memberikan kesan etnik yang kuat. Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa meskipun banyak tantangan dalam mempertahankan keeksistensiannya, grup musik Soegi Bornean tetap eksis di Kota Semarang. Saran penulis kepada grup musik Soegi Bornean dalam mempertahankan ekistensinya. Dalam era digital ini, disarankan untuk menambahkan promosi dalam dunia digital seperti menambahkan konten kreatif di sosial media seperti youtube, instagram, tiktok kemudian media lain seperti TV dan radio agar lebih banyak menjangkau khalayak untuk mengenal Soegi Bornean

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: eksistensi, soegi bornean
Subjects: L Education > Educational Institutions
M Music and Books on Music > M Music
Fakultas: Fakultas Bahasa dan Seni > Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik, S1 (Pendidikan Seni Musik)
Depositing User: sri yuniati perpustakaan
Date Deposited: 02 Feb 2023 03:34
Last Modified: 02 Feb 2023 03:34
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/55873

Actions (login required)

View Item View Item