PENDIDIKAN SEKS PADA REMAJA DALAM KELUARGA UNTUK MENCEGAH PERGAULAN BEBAS DI DESA JUNGPASIR


Iffa Syarifatul Fauziyah, 1201417033 (2021) PENDIDIKAN SEKS PADA REMAJA DALAM KELUARGA UNTUK MENCEGAH PERGAULAN BEBAS DI DESA JUNGPASIR. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[thumbnail of 1201417033 - Iffa S. Fauziyah.pdf] PDF - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Pergaulan bebas masih sering terjadi baik di kota-kota besar maupun di pelosok desa sekalipun. Pendidikan seks bagi remaja dalam keluarga dapat menjadi salah satu upaya preventif agar tidak terjadinya kehamilan di luar pernikahan. Tujuan penelitian ini untuk (1) Mendeskripsikan bentuk pendidikan seks pada remaja dalam keluarga untuk mencegah pergaulan bebas. (2) Mendeskripsikan faktor pendorong dan penghambat pendidikan seks pada remaja dalam keluarga untuk mencegah pergaulan bebas. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi dengan subjek penelitian 4 (empat) remaja RW 005 Desa Jungpasir berusia 13-15 tahun. Informan lain adalah 4 (empat) orang tua remaja dan satu wakil ketua PKK. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Bentuk pendidikan seks pada remaja terdiri dari pengenalan menstruasi kepada remaja, mengajari remaja memasang dan menggunakan pembalut, mendidik dan memotivasi remaja untuk menerima perubahan setelah menstruasi, pengenalan nama dan fungsi organ reproduksi dengan bahasa baku, mendidik remaja cara menjaga kebersihan dan kesehatan reproduksinya, penegasan bahwa kehamilan dapat terjadi pada perempuan yang telah menstruasi dan pencegahan kehamilan diluar nikah, pengenalan alat kontrasepsi, pengenalan aborsi yang mencakup pengertian dan berbagai dampaknya, mendidik remaja untuk berperilaku feminim maupun maskulin, pembatasan aktivitas remaja didalam dan diluar rumah serta menasehati remaja untuk berhati-hati pada saat keluar rumah terutama di tempat umum dan menasehati remaja agar tidak menggunakan barang atau benda milik orang lain. (2) Faktor pendorong terdiri dari kebutuhan remaja, kewajiban orang tua, persepsi orang tua mengenai pergaulan bebas dan karakteristik pembelajaran. Faktor penghambatnya terdiri dari rasa malu, waktu, sumber belajar, dan faktor lingkungan. Simpulan dari penelitian ini adalah (1) Banyak bentuk pendidikan seks bagi remaja dalam keluarga. (2) Faktor pendorong benar-benar memberikan dorongan untuk menerapkan pendidikan seks dalam keluarga namun masih terdapat hambatan yang perlu diperbaiki. Saran penelitian ini remaja perlu meningkatkan rasa percaya diri, menghilangkan rasa malu dan lebih terbuka kepada orangtua. Orang tua diharapkan mampu meluangkan waktu bersama remaja, menghilangkan rasa malu dan tabu menyampaikan pendidikan seks, dan memperluas wawasan dengan membaca buku, internet maupun dari penyuluhan. Masyarakat perlu menghilangkan stigma tabu terhadap pendidikan seks sehingga pendidikan seks dapat terlaksana secara maksimal dan dapat mencegah terjadinya pergaulan bebas.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Pendidikan seks pada remaja, Keluarga, Pergaulan Bebas
Subjects: Fakultas Ilmu Pendidikan > Pendidikan Luar Sekolah, S1
Fakultas: Fakultas Ilmu Pendidikan > Pendidikan Luar Sekolah (S1)
Depositing User: dwi setyo hastaningsih
Date Deposited: 25 Jan 2023 06:55
Last Modified: 25 Jan 2023 06:55
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/55575

Actions (login required)

View Item View Item