PROBLEMATIKA RENCANA SERTIFIKASI TANAH ELEKTRONIK (Studi di Kota Depok)


SITI ZANATYA KATRIANTORO, 8111418035 (2022) PROBLEMATIKA RENCANA SERTIFIKASI TANAH ELEKTRONIK (Studi di Kota Depok). Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[thumbnail of 8111418035 - Siti Zanatya Katriantoro.pdf] PDF - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Sertipikat tanah dinilai sebagai dokumen yang sangat penting karena kedudukannya sebagai tanda bukti hak kepemilikan dari suatu bidang tanah. Pada awal 2021, Kementerian ATR/BPN mengeluarkan kebijakan untuk mengubah bentuk sertipikat tanah menjadi bentuk elektronik yang ditandai dengan lahirnya Permen ATR/BPN Nomor 1 Tahun 2021 tentang Sertipikat Elektronik. Saat ini pemerintah menyatakan bahwa pelaksanaan sertifikasi elektronik tersebut ditunda namun BPN telah melaksanakan persiapan untuk melaksanakan program tersebut. Selain itu masyarakat juga cukup bergejolak dengan rencana pemerintah tersebut. Sehubungan dengan hal�hal tersebut maka rumusan masalah penelitian ini adalah: 1) Bagaimanakah perspektif masyarakat Kota Depok terhadap program sertifikasi elektronik berdasarkan Peraturan Menteri ATR/BPN Nomor 1 Tahun 2021 tentang Sertipikat Elektronik tersebut? 2) Bagaimanakah diseminasi mengenai Sertipikasi Elektronik berdasarkan Peraturan Menteri ATR/BPN Nomor 1 Tahun 2021 tentang Sertipikat Elektronik yang telah dilaksanakan oleh Badan Pertanahan Nasional Kota Depok? Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Sumber data daripada penelitian ini bersumber dari data primer berupa hasil wawancara dan observasi serta data sekunder yang berupa buku, jurnal, artikel, dan sebagainya dengan teknik pengumpulan data yang digunakan berupa wawancara, observasi, dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Berdasarkan hasil wawancara dengan para informan, diketahui bahwa mereka mengetahui tujuan pemerintah mencanangkan program ini adalah untuk menyesuaikan perkembangan zaman, akan tetapi masih banyak kekhawatiran, khususnya tentang keamanan sertipikat digital itu sendiri. 2) BPN Kota Depok belum melakukan diseminasi secara maksimal. Metode diseminasi yang telah dilakukan BPN Kota Depok saat ini adalah mensosialisasikan sertipikat tanah elektronik secara online sehingga berdampak pada ketidaktahuan bagi sebagian besar masyarakat karena sosialisasi secara online tidak dapat dijangkau oleh seluruh masyarakat. Kesimpulannya adalah belum siapnya Badan Pertanahan Nasional Kota Depok dalam menyambut program ini yang membuat mereka tidak melakukan diseminasi secara maksimal atau menyeluruh dan berdampak pada ketidaktahuan masyarakat sehingga memunculkan kecurigaan dalam masyarakat terhadap pemerintah

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Problematika; Sertipikat Tanah; Sertifikasi Elektronik.
Subjects: K Law > K Law (General)
K Law > KB Hukum
Fakultas: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum, S1
Depositing User: dina nurcahyani perpus
Date Deposited: 18 Jan 2023 04:17
Last Modified: 18 Jan 2023 04:17
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/55297

Actions (login required)

View Item View Item