PELAKSANAAN REHABILITASI PENYALAHGUNA NARKOTIKA OLEH BADAN NARKOTIKA NASIONAL KABUPATEN (BNNK) KOTAWARINGIN BARAT BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NO : 35 TAHUN 2009 TENTANG NARKOTIKA


ANASTASIA MEILINDARI, 8111417068 (2022) PELAKSANAAN REHABILITASI PENYALAHGUNA NARKOTIKA OLEH BADAN NARKOTIKA NASIONAL KABUPATEN (BNNK) KOTAWARINGIN BARAT BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NO : 35 TAHUN 2009 TENTANG NARKOTIKA. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[thumbnail of 8111417068 - Anastasia Meilindari.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Peningkatan pengguna penyalahgunaan narkotika dari tahun ke tahun semakin mengkhawatirkan, tidak terkecuali di Indonesia. Penyalahgunaan narkotika mengakibatkan berbagai kerusakan bagi tubuh bahkan kematian. Rehabilitasi menjadi salah satu upaya pemerintah dalam menekan angka penyalahgunaan narkotika. Penelitian ini akan mengkaji mengenai : (1) Bagaimana pelaksanaan rehabilitasi penyalahguna narkotika oleh BNNK Kotawaringin Barat menurut Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika (2) Bagaimana hambatan dalam pelaksanaan rehabilitasi bagi pelaku penyalahguna narkotika yang diberikan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kotawaringin Barat. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah jenis penelitian yuridis-sosiologis. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini ialah wawancara bebas terpimpin serta studi pustaka, yang kemudian untuk mengetahui tingkat kevalidan data yang diambil hasil penelitian akan dikaji menggunakan metode triangulasi sumber dan akan dijabarkan dalam bentuk deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan : (1) Rehabilitasi yang diberikan oleh BNNK KOBAR kepada penyalahguna narkotika adalah rehabilitasi rawat jalan dengan pendekatan medis, yaitu dengan pemberian konseling, yang mana jadwalnya ditentukan oleh klien dan konselor. Dalam pelaksanaan konseling, konselor harus bisa menjaga komunikasi dengan klien agar proses konseling dapat berjalan dengan baik, pemberian konseling tergantung dari penyebab penyalahgunaan narkotika oleh pelaku jika disebabkkan oleh teman sebaya maka diberikan konseling teman sebaya, klien yang telah menyelesaikan rehabilitasi diharapkan dapat bertahan dalam jangka panjang, meskipun tidak sembuh total tetapi dapat memulihkan pelaku sehingga dapat kembali dan bersosialisasi dengan masyarakat. Beberapa klien yang telah menyelesaikan rehabilitasi juga diwajibkan untuk wajib lapor setiap hari Senin dan Kamis, karena belum adanya program pasca rehabilitasi yang mana program tersebut dijalankan saat klien telah berada di lingkungan masyarakat. (2) Klien yang jujur menjadi kunci terlaksananya rehabilitasi dengan baik, namun tidak mudah membuat klien menaruh rasa percaya terhadap para konselor. Gedung rehabilitasi atau klinik rehabilitasi yang tidak terpisah dari kantor, sehingga pelaksanaan konseling dilaksanakan satu ruangan dengan para karyawan lainnya, padahal seharusnya terpisah supaya terjaminnya privacy para klien. Sulitnya pelaksanaan program IBM dan SIL, IBM karena stigma negatif dari masyarakat terhadap masyarakat lainnya yang diberi latihan untuk menjalankan intervensi, sedangkan SIL karena program ini berarti mencari klien sendiri jadi kesulitannya terletak pada memperoleh klien. Simpulan yang diperoleh adalah BNNK Kotawaringin Barat melaksanakan rehabilitasi bekerja sama dengan rumah sakit setempat, serta program pasca rehabilitasi yang akan diadakan bagi para klien yang sudah selesai melaksanakan proses rehabilitasi akan dinamakan Program Bina Lanjut, dan klien tersebut tidak ada jaminan bahwa tidak menyalahgunakan narkotika kembali. Kendala yang ada yaitu dari klien itu sendiri, keterbatasan sarana dan fasilitas, stigmatisasi yang buruk dalam pelaksanaan IBM (Intervensi Berbasis Masyarakat), memperoleh klien dalam program SIL (Skrining Intervensi Lapangan). Saran yang diberikan adalah penambahan serta pembaharuan sarana dan fasilitas di BNNK Kotawaringin Barat, para klien yang telah selesai menjalani rehabilitasi supaya membatasi pergaulan, segera dilaksanakannya program pasca rehabilitasi.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Rehabilitasi, Badan Narkotika Nasional Kabupaten, Narkotika
Subjects: K Law > K Law (General)
K Law > KB Hukum
K Law > KZ Law of Nations
Fakultas: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum, S1
Depositing User: dina nurcahyani perpus
Date Deposited: 12 Jan 2023 07:06
Last Modified: 12 Jan 2023 07:06
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/55031

Actions (login required)

View Item View Item