(ABSTRAK) UJUNGAN SEBAGAI SARANA UPACARA MINTA HUJAN DI DESA GUMELEM KULON, KECAMATAN SUSUKAN KABUPATEN BANJARNEGARA

Ariska Kusuma Wardani , 2501404026 (2010) (ABSTRAK) UJUNGAN SEBAGAI SARANA UPACARA MINTA HUJAN DI DESA GUMELEM KULON, KECAMATAN SUSUKAN KABUPATEN BANJARNEGARA. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF ((ABSTRAK) UJUNGAN SEBAGAI SARANA UPACARA MINTA HUJAN DI DESA GUMELEM KULON, KECAMATAN SUSUKAN KABUPATEN BANJARNEGARA) - Published Version
Download (68Kb)

    Abstract

    Ujungan adalah ritual minta hujan yang dilakukan oleh masyarakat di desa Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara pada setiap musim kemarau. Ada dua permasalahan yang diajukan yaitu : 1) Bagaimanakah penyelenggaraan ujungan di desa Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara, 2) Bagaimanakah bentuk sajian ujungan di desa Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara. Tujuan Penelitian adalah 1) Mendiskripsikan penyelenggaraan ujungan di desa Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara, 2) Mendiskripsikan bentuk sajian ujungan di desa Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara. Manfaat Penelitian antara lain : 1) Memberikan pengalaman belajar dalam penulisan ilmiah dalam bidang seni tradisional, sehingga dapat meningkatkan pola pikir dalam melakukan penelaahan, perumusan, dan pemecahan masalah secara ilmiah tentang seni tradisional yang tumbuh dan berkembang di masyarakat, 2) Sebagai bentuk sumbangan pemikiran bagi pengembangan ilmu pengetahuan kesenian dan lebih luasnya lagi bagi pengembangan ilmu-ilmu humaniora, 3) Sebagai sumbangan pemikiran bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Banjarnegara dalam usaha penggalian, pelestarian, pengembangan, dan pemberdayaan aspek-aspek kesenian daerah, khususnya ujungan di desa Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara, 4) Sebagai salah satu bentuk dokumentasi bagi keberadaan ujungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis permasalahan adalah analisis kualitatif.. Hasil penelitian menunjukan bahwa di dalam ujungan mengandung seni, olahraga, dan upacara ritual. Ada lima faktor yang berpengaruh terhadap keberadaan ujungan yaitu faktor demografi, penduduk, pendidikan, agama, dan mata pencaharian. Ujungan dilaksanakan pada tiap terjadi kemarau panjang dan dilaksanakan pada akhir mangsa kapat atau awal mangsa kalima (akhir September atau awal Oktober). Pelaksanaan ujungan dilakukan dengan cara adu fisik antara dua orang pria dewasa dengan bersenjatakan ujung (rotan pemukul). Adu fisik dalam ujungan sesungguhnya merupakan proses ritual tradisional yang bertujuan untuk meminta hujan. Berdasarkan hasil penelitian dapat dikemukakan saran sebagai berikut : 1) Ujungan perlu dilestarikan dan dikembangkan dalam rangka memperkaya khasanah seni ritual tradisional yang tumbuh dan berkembang di masyarakat, 2) perlu dilaksanakan regenerasi pemain ujungan untuk meneruskan tradisi ujungan di Gumelem Kulon, 3) perlu penelitian lanjutan tentang tindakan ritual pra ujungan.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: tradisi, minta hujan
    Subjects: H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare
    Fakultas: Fakultas Bahasa dan Seni > Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik, S1 (Pendidikan Seni Tari)
    Depositing User: dwi perpus unnes
    Date Deposited: 11 Oct 2011 23:09
    Last Modified: 18 Oct 2011 22:49

    Actions (login required)

    View Item