Hubungan Panjang Tungkai, Kekuatan Otot Tungkai, Dan Daya Ledak Otot Tungkai Terhadap Hasil Ketepatan Tendangan Tanpa Awalan Pada Pemain Futsal SMK Bhakti Praja Dukuhwaru Kabupaten Tegal Tahun 2009.

Arief Maulana, 2009 (2009) Hubungan Panjang Tungkai, Kekuatan Otot Tungkai, Dan Daya Ledak Otot Tungkai Terhadap Hasil Ketepatan Tendangan Tanpa Awalan Pada Pemain Futsal SMK Bhakti Praja Dukuhwaru Kabupaten Tegal Tahun 2009. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF (Hubungan Panjang Tungkai, Kekuatan Otot Tungkai, Dan Daya Ledak Otot Tungkai Terhadap Hasil Ketepatan Tendangan Tanpa Awalan Pada Pemain Futsal SMK Bhakti Praja Dukuhwaru Kabupaten Tegal Tahun 2009.) - Published Version
Download (22Kb)

    Abstract

    Arief Maulana. 2009. Hubungan Panjang Tungkai, Kekuatan Otot Tungkai, Dan Daya Ledak Otot Tungkai Terhadap Hasil Ketepatan Tendangan Tanpa Awalan Pada Pemain Futsal SMK Bhakti Praja Dukuhwaru Kabupaten Tegal Tahun 2009. Skripsi, Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang. Permasalahan dalam penelitian ini adalah 1. Apakah ada hubungan panjang tungkai dengan hasil ketepatan tendangan tanpa awalan pada pemain futsal?, 2. Apakah ada hubungan kekuatan otot tungkai dengan hasil ketepatan tendangan tanpa awalan pada pemain futsal?, 3. Apakah ada hubungan daya ledak otot tungkai dengan hasil ketepatan tendangan tanpa awalan pada pemain futsal? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara panjang tungkai dengan hasil ketepatan tendangan tanpa awalan, mengetahui apakah ada hubungan antara kekuatan otot tungkai dengan hasil ketepatan tendangan tanpa awalan, mengetahui apakah ada hubungan antara daya ledak otot tungkai dengan hasil ketepatan tendangan tanpa awalan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pemain futsal SMK Bhakti Praja Dukuhwaru Kabupaten Tegal Tahun 2009 yang berjumlah 12 orang. Pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunkan teknik sampling jenuh atau sensus. Variabel bebas dalam penelitian ini meliputi panjang tungkai, kekuatan otot tungkai dan daya ledak otot tungkai sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil tendangan tanpa awalan. Metode yang pakai adalah metode survey yaitu meneliti subyek secara langsung di lapangan dengan desain penelitian menggunakan survey tes dengan teknik korelasi. Apabila dihitung secara mandiri hasil analisis data diperoleh koefisien determinasi untuk panjang tungkai (R2) sebesar 0.761 dan koefisien korelasi untuk panjang tungkai dengan ketepatan tendangan sebesar 0,872. Besarnya koefisien determinasi menunjukkan panjang tungkai memberikan pengaruh terhadap ketepatan tendangan tanpa awalan sebesar 76,10%. Koefisien determinasi untuk kekuatan otot tungkai, diperoleh (R2) sebesar 0.350 dan koefisien korelasi untuk kekuatan otot tungkai dengan ketepatan tendangan tanpa awalan sebesar 0,591. Besarnya koefisien determinasi tersebut menunjukkan bahwa kekuatan otot tungkai memberikan pengaruh sebesar 35,00%, , dan koefisien determinasi daya ledak otot diperoleh (R2) sebesar 0,488 dan koefisien korelasi untuk daya ledak otot tungkai dengan ketepatan tendangan tanpa awalan sebesar 0,698. Besarnya koefisien determinasi tersebut menunjukkan bahwa daya ledak otot tungkai memberikan pengaruh sebesar 48,80%. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah panjang tungkai, kekuatan otot tungkai dan daya ledak otot tungkai memberikan hubungan terhadap ketepatan tendangan tanpa awalan pada pemain futsal oleh karena itu penulis dapat memberikan saran 1) bagi para pelatih dalam memberikan latihan tendangan tanpa awalan hendaknya diimbangi dengan peningkatan kondisi fisik viii berupa kekuatan otot tungkai dan daya ledak otot tungkai sehingga para atlet akan memiliki kekuatan otot tungkai dan daya ledak otot tungkai yang maksimal, 2) saat pemilihan pemain diharapkan para pelatih mempertimbangkan panjang tungkainya. 3) Untuk memperoleh hasil tendangan tanpa awalan yang baik maka diharapkan pemain futsal harus memiliki: a) teknik dasar menendang yang baik, b) panjang tungkai karena tinggi badan akan mempengaruhi pandangan pada saat menendang, c) kekuatan otot tungkai karena dapat memperkirakan kekuatan yang dibutuhkan untuk menendang pada jarak tertentu, dan daya ledak otot tungkai karena tendangan tanpa awalan membutuhkan gerakan yang sangat seketika.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GV Recreation Leisure
    Fakultas: Fakultas Ilmu Keolahragaan > Pendidikan Kepelatihan Olahraga, S1
    Depositing User: Hapsoro Adi Perpus
    Date Deposited: 11 Oct 2011 21:26
    Last Modified: 18 Oct 2011 22:57

    Actions (login required)

    View Item