PERANAN INTELIJEN KEJAKSAAN DALAM PENGUNGKAPAN DUGAAN TERJADINYA KASUS TINDAK PIDANA KORUPSI (Studi Kejaksaan Negeri Kota Pekalongan, Jawa Tengah)


FIKY KURNIAWAN, 8111417208 (2021) PERANAN INTELIJEN KEJAKSAAN DALAM PENGUNGKAPAN DUGAAN TERJADINYA KASUS TINDAK PIDANA KORUPSI (Studi Kejaksaan Negeri Kota Pekalongan, Jawa Tengah). Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[thumbnail of 8111417208 - FIKY KURNIAWAN.pdf] PDF - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy
[thumbnail of 8111417208 - FIKY KURNIAWAN.pdf] PDF
Download (1MB)

Abstract

Tindak Pidana Korupsi tidak hanya merugikan keuangan negara dan meresahkan masyarakat, tetapi juga melanggar hak hak sosial masyarakat khususnya dalam proses pembangunan dan pengelolaan sumber daya nasional . Sehingga hal ini menimbulkan masalah yang diangkat oleh penulis: 1) Bagaimana peranan Intelijen Kejaksaan dalam pengungkapan dugaan terjadinya Tindak Pidana Korupsi ?; dan 2) Apa saja yang menjadi faktor penghambat dan pendukung serta upaya yang dilakukan oleh Intelijen Kejaksaan Negeri Pekalongan untuk memaksimalkan peran Intelijen Kejaksaan dalam pengungkapan dugaan Tindak pidana korupsi diKota Pekalongan?. Berdasarkan hal tersebut diatas bertujuan untuk mengetahui, memahami dan menganalisis tentang peran intelijen dalam pengungkapan tindak pidana korupsi serta hambatan yang dialami intelijen kejaksaan dalam pengungkapan tindak pidana korupsi. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, jenis penelitian yuridis empiris, sumber data primer diperoleh langsung dari wawancara dan data sekunder diperoleh bahan pustaka, validitas data dengan teknik triangulasi dan analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Peranan Intelijen Kejaksaan dalam pengungkapan dugaan Tindak Pidana Korupsi yaitu dimulai dari apabila ada aduan dari masyarakat,LSM, atau dari temuan dari pihak kejaksaan maka dibuat surat perintah dari kepala kejaksaan untuk melakukan penyelidikan dan apabila data dan alat bukti sudah cukup maka diputus akan dilanjutkan penyidikan atau dihentikan; 2) Hambatan dalam upaya pengungkapan dugaan Tindak Pidana Korupsi yang dilakukan oleh pihak intelijen misalnya dalam pemanggilan saksi dikarenakan tidak ada SOPnya maka dari itu terkadang saksi tersebut tidak datang, dan juga sering juga terjadi kejadian yang dilakukan sudah sangat lama dilakukan yang menyebabkan kesusahan dalam pengumpulan alat bukti. Simpulan dalam penelitian ini adalah: 1) Peran Intelijen Kejaksaan Negeri Pekalongan dalam pemberantasan Tindak Pidana Korupsi berawal adanya laporan dan temuan dari jaksa yang mengarah dugaan akan terjadinya tindak pidana korupsi maka dibuat disposisi kepada KAJARI untuk dilakukan pengumpulan data dan pengumpulan keterangan terhadap laporan atau temuan tersebut. Setelah dibuat laporan dengan kesimpulan dapat ditingkatkan kepenyelidikan atau tidak oleh KAJARI dan dilanjutkan dengan ekspose dengan dihadiri oleh Kajari, Kasi Intel, Kasi Pidsus, dan para jaksa untuk menentukan akan dilanjutkan ketahap penyidikan. 2) Faktor penghambat yang ditemui Intelijen Kejaksaan saat melakukan penyelidikan yakni susahnya mengumpulkan alat bukti baik dari keterangan saksi atau alat bukti pendukung lainnya

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Intelijen Kejaksan, Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi
Subjects: K Law > K Law (General)
Fakultas: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum, S1
Depositing User: TUKP unnes
Date Deposited: 21 Dec 2022 07:27
Last Modified: 21 Dec 2022 07:27
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/54291

Actions (login required)

View Item View Item