DAMPAK PENINGKATAN PEMANFAATAN RUANG DI WILAYAH PERKOTAAN TERHADAP KETERSEDIAAN RUANG TERBUKA HIJAU DI KOTA SEMARANG


MASYITA ISNADYA RISKY SALSABILA PUTRI BAGAS TONY, 8111417191 (2021) DAMPAK PENINGKATAN PEMANFAATAN RUANG DI WILAYAH PERKOTAAN TERHADAP KETERSEDIAAN RUANG TERBUKA HIJAU DI KOTA SEMARANG. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[thumbnail of 8111417191 - Masyita Isnadya Risky Salsabila Putri Bagas Tony.pdf] PDF - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Pemanfaatan Ruang merupakan bagian dari penataan ruang Kota Semarang. Meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap lahan dan terjadinya dinamika penggunaan lahan mengakibatkan terjadinya peningkatan pemanfaatan ruang di wilayah perkotaan Kota Semarang. Peningkatan pemanfaatan ruang di wilayah perkotaan mengakibatkan terjadinya penurunan kualitas lingkungan dikarenakan adanya alih fungsi lahan pertanian ke non pertanian di Kota Semarang. Pelaksanaan Kebijakan Peraturan Daerah Nomor 14 Tahun 2011 tentang RTRW Kota Semarang Tahun 2011-2031 dalam penyediaan ruang terrbuka hijau belum terlaksana secara maksimal dikarenakan beberapa faktor salah satunya anggaran dan peran serta masyarakat terhadap pengembangan dan pengelolaan ruang terbuka hijau di Kota Semarang. Permasalahan yang dikaji yaitu, (1) Dampak peningkatan pemanfaatan ruang terhadap ketersediaan ruang terbuka hijau (2) Kebijakan penyediaan RTH di Kota Semarang dalam memenuhi ketentuan Peraturan Daerah Nomor 14 Tahun 2011 tentang RTRW Kota Semarang Tahun 2011-2031. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian yuridis empiris. Sumber data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu melalui wawancara yang dilakukan dengan narasumber serta studi kepustakaan dari Peraturan Perundang-Undangan, buku, jurnal, dan sumber ilmiah lainnya. Validitas data menggunakan teknik triangulasi dan analisis data dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan (1) Bahwa dampak peningkatan pemanfaatan ruang di Kota Semarang mengakibatkan terjadinya penyimpangan pemanfaatan ruang seperti alih fungsi lahan pertanian ke non pertanian serta pemanfaatan ruang yang tidak sesuai peruntukkannya yang menyebabkan penurunan kualitas lingkungan menurun dan perubahan penataan ruang di Kota Semarang (2) Penyediaan RTH di Kota Semarang saat ini sudah memenuhi ketentuan yang ditetapkan dalam Peraturan Daerah Nomor 14 Tahun 2011 tentang RTRW Kota Semarang Tahun 2011-2031 dalam penyediaan RTH di Kota Semarang yaitu 44% atau 16.168,12 Hektar. Saran dari peneliti adalah ketegasan dalam menindak lanjuti penyimpangan pemanfaatan ruang di Kota Semarang perlu ditingkatkan. Pengawasan terhadap pelaksanaan pemanfaatan ruang di Kota Semarang juga perlu ditingkatkan agar mampu mengendalikan peningkatan pemanfaatan ruang di Kota Semarang. Diperlukan adanya keterlibatan masyarakat dalam pengembangan dan pemerataan kawasan ruang terbuka hijau di seluruh kecamatan di Kota Semarang baik ruang terbuka hijau Privat maupun ruang terbuka hijau Publik

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Pemanfaatan Ruang; Ruang Terbuka Hijau; Perkotaan
Subjects: K Law > K Law (General)
Fakultas: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum, S1
Depositing User: TUKP unnes
Date Deposited: 21 Dec 2022 07:12
Last Modified: 21 Dec 2022 07:12
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/54286

Actions (login required)

View Item View Item