KAPASITAS MASYARAKAT PADA WILAYAH RENTAN BENCANA TANAH LONGSOR DI KECAMATAN BULU KABUPATEN SUKOHARJO


Salsabilla Firdaus Rahma Putri, 3211417077 (2021) KAPASITAS MASYARAKAT PADA WILAYAH RENTAN BENCANA TANAH LONGSOR DI KECAMATAN BULU KABUPATEN SUKOHARJO. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[thumbnail of 3211417077 - Salsabilla Firdaus Rahma Putri(v).pdf] PDF - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (6MB)

Abstract

Kecamatan Bulu terletak di wilayah perbukitan yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana tanah longsor dimana pada tahun 2019 hingga tahun 2020 tercatat terjadi 11 kejadian bencana tanah longsor 10 kejadian terjadi di Kecamatan Bulu. Melihat pada data rekapitulasi bencana tanah longsor di Kecamatan Bulu yang sering terjadi bencana tanah longsor sehingga memiliki tingkat kerentanan wilayah penelitian terhadap bencana tanah longsor yang tinggi, namun masyarakat pada wilayah tersebut masih memiliki tingkat kapasitas yang rendah sehingga sangat perlu untuk dilakukan kajian mengenai kapasitas masyarakat dan upaya peningkatan kapasitas masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi tingkat kerentanan bencana tanah longsor, menganalisis mengenai kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana tanah longsor serta menganalisis upaya yang dilakukan pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan kapasitas masyarakat di Kecamatan Bulu. Populasi dalam penelitian ini adalah populasi area dan populasi masyarakat dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah pada variabel kerentanan verdasarkan pada PERKA BNPB No 2 Tahun 2012, sedangkan pada variabel kapasitas menggunakan Skala Gutman sebagai skala penghitungan kapasitas masyarakat yang berpedoman pada PERKA BNPB No 3 Tahun 2012 mengenai Panduan Penilaian Kapasitas Daerah dalam Penanggulangan Bencana dan analisis deskriptif yang digunakan sebagai analisis kapasitas masyarakat di Kecamatan Bulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kerentanan bencana tanah longsor di Kecamatan Bulu berdasarkan pada penghitungan kerentanan sosial, kerentanan ekonomi, kerentanan fisik dan kerentanan lingkungan terdapat 2 desa tergolong tinggi, 3 desa tergolong sedang dan 7 desa tergolong rendah. Kapasiatas Masyarakat di Kecamatan Bulu terdapat 2 tingkat yakni tingkat rendah dan tingkat sedang. Kapasitas masyarakat dilihat pada tingkat pengetahuan masyarakat dalam menghadapi bencana tanah longsor yang masih rendah. Upaya yang telah dilakukan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat yakni melakukan kegiatan penyuluhan dan pelatihan mengenai edukasi kebencanaan, megikuti kegiatan diskusi-diskusi mengenai kebencanaan, dan melakukan evaluasi setalah diadakannya kegiatan. Saran untuk penelitian ini adalah perlu adanya perhatian khusus dari pemerintah untuk wilayah dengan kerentanan bencana tanah longsor sedang hingga tinggi. Bagi masyarakat mengikuti kegiatan sosialisasi yang dilakukan oleh pemerintah setempat yang bekerja sama dengan instansi terkait, mengenai kerentanan longsor, agar kerentanan longsor di daerah tersebut dapat dikurangi. Bagi pemerintah, perlu adanya penyusunan dan pemberian pelatihan kepada masyarakat mengenai sistem peringatan dini untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dan daerah serta mengurangi risiko bencana tanah longsor yang akan terjadi.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Kerentanan Bencana Tanah Longsor, Kapasitas Masyarakat, Upaya Peningkatan Kapasitas Masyarakat.
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General)
Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Geografi, S1
Depositing User: Kharisma ADHIARYA
Date Deposited: 01 Dec 2022 01:38
Last Modified: 01 Dec 2022 01:38
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/53738

Actions (login required)

View Item View Item