ANALISIS TINGKAT KERENTANAN PEMUKIMAN TERHADAP BANJIR DAN PRIORITAS PENANGANANNYA DI KECAMATAN CAWAS KABUPATEN KLATEN


Yogi Budi Pratama, 3211415022 (2021) ANALISIS TINGKAT KERENTANAN PEMUKIMAN TERHADAP BANJIR DAN PRIORITAS PENANGANANNYA DI KECAMATAN CAWAS KABUPATEN KLATEN. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[thumbnail of 3211415022 - Yogi Budi Pratama(v).pdf] PDF - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (13MB)

Abstract

Kerentanan wilayah pemukiman menjadi suatu urgensi yang segera ditangani kaitannya dengan upaya pengurangan resiko bencana banjir yang melanda di wilayah Kecamatan Cawas. Kecamatan Cawas yang berada pada daerah floodplain yang dicirikan dengan kelerengan yang cenderung landai-datar dan berfisiografi datar hingga bergelombang, sehingga berpotensi terlanda banjir. Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengetahui tingkat kerawanan banjir di Kecamatan Cawas, (2) mengetahui tingkat kerentanan pemukiman terhadap banjir di Kecamatan Cawas, (3) mengetahui prioritas penanganan dalam pengambilan keputusan sebagai upaya mengurangi kerentanan pemukiman terhadap banjir di Kecamatan Cawas. Penelitian dilaksanakan di 20 desa yang berada di Kecamatan Cawas dengan pengambilan sampel wilayah untuk memvalidasi hasil peta rawan banjir dan sampel manusia untuk mengetahui kondisi daerah penelitian kaitannya dengan permasalahan dan penanganan banjir. Sampel diambil dengan menggunakan metode purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, wawancara, angket atau kuisioner, observasi, serta pengumpulan data statistik dan data spasial. Teknik analisis data menggunakan analisis sistem informasi geografis (SIG), skoring, dan Analytical Hierarchy Proccess (AHP). Hasil penelitian menunjukkan wilayah Kecamatan Cawas berdasarkan kerawanan banjir dikategorikan menjadi 2 kelas, dimana kelas rawan menengah seluas 2444,636 ha, dan kelas rawan tinggi seluas 1196,358 ha. Tingkat kerentanan pemukiman terhadap banjir dikategorikan menjadi 5 kelas, yakni kelas sangat rendah pada Desa Burikan, Balak, dan Plosowangi, kelas rendah pada Desa Nanggulan, Bawak, Barepan, Baran, Tirtomarto, Tlingsing, dan Mlese, kelas sedang pada Desa Karangasem, Tugu, Pakisan, Japanan, dan Pogung, kelas tinggi pada Desa Cawas, Gombang, dan Bogor, kelas sangat tinggi pada Desa Bendungan dan Kedungampel. Prioritas penanganan kerentanan pemukiman berdasarkan hasil pembobotan nilai akhir, yakni kerentanan fisik & lingkungan sebesar 0,477 (prioritas pertama), kerentanan sosial-kependudukan sebesar 0,250 (prioritas kedua), kerentanan kelembagaan sebesar 0,145 (prioritas ketiga), dan kerentanan sistem sebesar 0,128 (prioritas keempat). Saran bagi pemerintah baik untuk pemerintah desa hingga daerah yakni lebih mendorong melakukan mitigasi baik struktural maupun non struktural untuk mengurangi tingkat kerentanan pemukiman terhadap banjir dengan meningkatkan sinergi antar stakeholder serta bagi pemerintah desa agar lebih memperhatikan pentingnya rencana penanggulangan bencana pada wilayahnya.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Kerentanan, Pemukiman, Banjir.
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General)
Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Geografi, S1
Depositing User: Kharisma ADHIARYA
Date Deposited: 21 Nov 2022 02:11
Last Modified: 21 Nov 2022 02:11
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/53230

Actions (login required)

View Item View Item