DIMENSI GROUNDSILL DI HILIR JEMBATAN BLORONG KABUPATEN KENDAL


Andraika Trisnayati Putri, 5111417004 (2021) DIMENSI GROUNDSILL DI HILIR JEMBATAN BLORONG KABUPATEN KENDAL. Under Graduates thesis, Unnes.

[thumbnail of DIMENSI GROUNDSILL DI HILIR JEMBATAN BLORONG KABUPATEN KENDAL] PDF (DIMENSI GROUNDSILL DI HILIR JEMBATAN BLORONG KABUPATEN KENDAL) - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Kasus kerusakan struktur jembatan akibat perubahan dasar sungai dapat ditemukan di beberapa daerah seperti yang terjadi pada Jembatan Blongkeng di Sungai Blongkeng, Kabupaten Magelang pada tahun 2017. Hal ini tentunya dapat dicegah dengan membangun sarana atau groundsill. Tujuan penelitian ini adalah (1) menganalisis dimensi groundsill di hilir Jembatan Blorong di Sungai Blorong; dan (2) menganalisis stabilitas groundsill terhadap bahaya guling, geser, rembesan (piping). dan terhadap faktor daya dukung tanah. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survai. Data yang digunakan adalah sekunder, yaitu data curah hujan, dimensi sunga blorong, dan peta polygon thiessen. Lokasi penelitian ini terletak di hilir Jembatan Blorong di Sungai Blorong pada koordinat 6° 56' 31" LS dan 110° 13' 04" BT. Langkah-langkah dalam penelitian ini adalah (1) survei lokasi penelitian ; (2) pengumpulan data curah hujan, peta wilayah DAS dan peta polygon thiessen; (3) pengolahan data. Analisis data yang digunakan adalah (1) hidrologi; (2) debit banjir dengan metode HSS Nakayasu; (3) dimensi groundsill dan (4) stabilitas groundsill. Hasil analisis dimensi groundsill pada hilir Jembatan Blorong DAS Blorong memiliki tinggi main-dam 2 m, lebar mercu pelimpah 2 m, tebal kolam olak 0,713 m, tinggi sub-dam 1,512 m, kedalaman pondasi 1,849 m, dengan menggunakan debit banjir rancangan periode ulang 50 tahun yaitu 3208,368 m3/s. Hasil stabilitas groundsill yaitu; (1) Bahaya terhadap gaya guling dengan syarat SFguling > 1,5 pada kondisi muka air banjir 65,514, pada kondisi muka air normal 33,577, pada kondisi gempa muka air banjir 27,922, dan pada kondisi gempa muka air normal 18,232. Sehingga bangunan groundsill aman terhadap bahaya guling; (2) Bahaya terhadap gaya geser dengan syarat SFgeser > 1,5 pada kondisi muka air banjir 11,232, pada kondisi muka air normal 4,358, pada kondisi gempa muka air banjir 3,647 dan pada kondisi gempa muka air normal 2,061. Sehingga bangunan groundsill aman terhadap bahaya geser; (3) Bahaya terhadap rembesan (piping) dimana syarat Cw < WCR, didapatkan hasil 3 < 12,59; (4) Faktor daya dukung tanah dengan syarat Qmax < Qijin dan Qmin < Qijin pada kondisi muka air banjir 5,388 t/m2 (Qmax) < 1077,48 t/m2 (Qijin) dan 0,073 t/m2 (Qmin) < 1077,48 t/m2 (Qijin), saat kondisi muka air normal 3,586 t/m2 (Qmax) < 1077,48 t/m2 (Qijin) dan 0,391 t/m2 (Qmin) < 1077,46 t/m2 (Qijin), saat kondisi gempa muka air banjir 5,518 t/m2 (Qmax) < 1077,48 t/m2 (Qijin) dan -0,0851 t/m2 (Qmin) < 1077,48 t/m2 (Qijin), saat kondisi gempa muka air normal 3,717 t/m2 (Qmax) < 1077,48 t/m2 (Qijin) dan 0,233 t/m2 (Qmin) < 1077,48 t/m2 (Qijin). Maka perencanaan groundsill aman terhadap daya dukung tanah.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: DIMENSI GROUNDSILL DI HILIR JEMBATAN BLORONG KABUPATEN KENDAL
Subjects: T Technology > TYA Teknik Sipil
Fakultas: Fakultas Teknik > Teknik Sipil, S1
Depositing User: sri yuniati perpustakaan
Date Deposited: 03 Nov 2022 00:59
Last Modified: 03 Nov 2022 00:59
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/52563

Actions (login required)

View Item View Item