KEGAGALAN PULL OUT ANGKUR STUD MENGGUNAKAN CHEMICAL EPOXY PADA KEDALAMAN COR 90 MM


Sela Rivana Amalia, 5111417003 (2021) KEGAGALAN PULL OUT ANGKUR STUD MENGGUNAKAN CHEMICAL EPOXY PADA KEDALAMAN COR 90 MM. Under Graduates thesis, Unnes.

[thumbnail of KEGAGALAN PULL OUT ANGKUR STUD MENGGUNAKAN CHEMICAL EPOXY PADA KEDALAMAN COR 90 MM] PDF (KEGAGALAN PULL OUT ANGKUR STUD MENGGUNAKAN CHEMICAL EPOXY PADA KEDALAMAN COR 90 MM) - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Penggunaan angkur pada dunia konstruksi cukup populer sebagai material perkuatan struktur. Seperti penggunaan chemical anchor yang cukup efektif karena tidak perlu membangun struktur yang baru. Pemasangan chemical anchor ini menggunakan chemical epoxy untuk menambah daya lekat antara beton dan angkur. Kegagalan dalam perencanaan penggunaan angkur pun perlu ditinjau. Kekuatan terkecil yang menentukan perilaku kegagalan pada angkur diperlukan untuk memprediksi keruntuhan suatu struktur. Salah satu pola kegagalan struktur adalah pullout failure yang dicirikan dengan tercabutnya angkur ketika diberi gaya tarik, dan beton disekitar angkur dapat langsung rusak atau tidak. Cara untuk mengetahui kekuatan angkur adalah dengan melakukan pengujian tarik angkur (pull out test). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kekuatan angkur berdasarkan metode pemasangannya, yaitu metode cast in place dan post installed. Pemasangan angkur juga butuh perhatian khusus dalam pemilihan angkur karena dapat mempengaruhi beban maksimal yang dapat dipikul oleh angkur tersebut nantinya. Penelitian ini dilakukan pengujian kekuatan pull out dari chemical anchor stud m12x160 mm yang ditanam dengan kedalaman 90 mm. Setiap benda uji dipasang 4 buah angkur untuk balok T dengan dimensi 340x340x150 mm dengan jarak pemasangan antar angkur 100 mm dan jarak angkur ke tepi 120 mm. Beton yang digunakan adalah ready mix 25 MPa. Hasil penelitian kapasitas tarik angkur tunggal dengan metode cast-in place didapatkan μ sebesar 2,0 MPa dan metode post installed sebesar 2,4 Mpa. Sedangkan, pada pemasangan angkur kelompok pada metode cast in place, didapatkan μ sebesar 2,58 MPa dan pada metode post installed sebesar 3,36 MPa. Hasil dari pengujian dengan metode post installed lebih besar karena epoxy menambah daya lekat antara angkur dan beton. Dari pengujian, kegagalan yang terjadi sesuai dengan perencanaan pada perhitungan teoritis sebelumnya yaitu tercabutnya angkur dari beton (pull out failure).

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Subjects: T Technology > TYA Teknik Sipil
Fakultas: Fakultas Teknik > Teknik Sipil, S1
Depositing User: sri yuniati perpustakaan
Date Deposited: 02 Nov 2022 02:18
Last Modified: 02 Nov 2022 02:33
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/52489

Actions (login required)

View Item View Item