MODEL PROFESIONALISME PENYIDIKAN TINDAK PIDANA CURANMOR DI WILAYAH HUKUM POLRESTABES SEMARANG


Arindra Wigrha Pratama, 0811519033 (2021) MODEL PROFESIONALISME PENYIDIKAN TINDAK PIDANA CURANMOR DI WILAYAH HUKUM POLRESTABES SEMARANG. Masters thesis, Universitas Negeri Semarang.

[thumbnail of 0811519033 - Arindra Wigrha Pratama.pdf] PDF - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Tindak pidana Curanmor di wilayah Polrestabes Semarang semakin berkembang dengan berbagai modus operandinya. Di sisi lain, terdapat berbagai keterbatasan dalam upaya penanggulangan terhadap semakin tingginya kejahatan Curanmor. Permasalahan menunjuk keterbatasan kemampuan, dan keterbatasan jumlah anggota. Kecepatan dan ketepatan penyelesaian perkara tentunya sangat dipengaruhi oleh ketersedian personil yang memadai, sarana dan prasarana serta profesionalisme anggota. Oleh karena itu, tujuan penelitian tesis adalah guna meningkatkan profesionalisme penyidikan anggota Sat. Reskrim Polrestabes Semarang. Di samping itu, hasil penelitian diharapkan menjadi salah satu sumber bacaan (referensi) guna pengembangan keilmuan selanjutnyaa. Manfaat utama yang diharapkan agar dapat menjadi rujukan bagi stakeholder, khususnya Polrestabes Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis doktrinal atau yuridis normatif dengan pendekatan konseptual, pendekatan undang-undang dan pendekatan kasus. Data yang digunakan adalah data sekunder terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Kesemua bahan hukum dilakukan pengolahan dan analisis sesuai dengan klasifikasinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih ditemui adanya ketidakseragaman antara jaksa dan penyidik, dimana jaksa menganggap tidak sah apabila tanpa adanya barang bukti namun penyidik menganggapnya cukup atau sah. Terdapat keterbatasan kemampuan anggota, belum menguatnya sinergitas dan kurangnya penerapan fungsi preventif. Berbagai kendala dalam proses penegakan hukum terhadap tindak pidana Curanmor tidak dapat dilepaskan dari adanya berbagai faktor kriminogen yang mempengaruhinya. Faktor-faktor yang berpengaruh sebagai menghambat pelaksanaan penegakan hukum, berupa faktor internal maupun faktor eksternal. Guna membangun profesionalisme penyidikan memerlukan strategi dan upaya yang aplikatif dan implementatif. Profesionalisme anggota harus diarahkan pada pemahaman tentang aspek-aspek teknis-yuridis penyelidikan dan penyidikan. Selain itu, diperlukan penguatan deteksi dini (early warning) dengan optimalisasi fungsi preventif melalui tata laksana Pemolisian Masyarakat (Communiting Policing). Implikasi penguatan profesionalisme anggota Sat. Reskrim pada Polrestabes Semarang akan meminimalkan tingkat kejahatan pada umumnya, dan Curanmor pada khususnya. Institusi Polri akan semakin dipercaya oleh masyarakat, masyarakat akan merasakan jaminan kemanan yang lebih optimal, dan bahkan masyarakat akan terlibat secara aktif guna pemeliharaan Kamtibmas. Pada akhirnya, tingkat kejahatan Curanmor akan semakin rendah.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Membangun Model, Profesionalisme Penyidikan, Curanmor.
Subjects: K Law > K Law (General)
Fakultas: Pasca Sarjana > Hukum, S2
Depositing User: TUKP unnes
Date Deposited: 19 Aug 2022 04:30
Last Modified: 19 Aug 2022 04:30
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/51387

Actions (login required)

View Item View Item