KESANTUNAN BERBAHASA DALAM INTERAKSI JUAL BELI DI PASAR JETAK KABUPATEN KUDUS


Tristhalia Yashinta, 2111416048 (2021) KESANTUNAN BERBAHASA DALAM INTERAKSI JUAL BELI DI PASAR JETAK KABUPATEN KUDUS. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[thumbnail of KESANTUNAN BERBAHASA DALAM INTERAKSI JUAL BELI DI PASAR JETAK KABUPATEN KUDUS] PDF (KESANTUNAN BERBAHASA DALAM INTERAKSI JUAL BELI DI PASAR JETAK KABUPATEN KUDUS) - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Pasar merupakan salah satu tempat yang banyak terjadi interaksi sosial. Di lingkungan pasar bahasa yang digunakan masyarakat sangat beragam dari bentuk maupun wujudnya sehingga tidak jarang kita melihat timbulnya perkelahian yang berpangkal dari bahasa seperti penjual dan pembeli yang sedang melakukan percakapan atau tawar-menawar, ada perkataan yang dirasa kurang baik atau pemilihan kata yang kurang tepat yang dengan atau tidak sengaja diucapkan oleh penjual atau pembeli yang menyebabkan salah seorang di antara kedua pihak tersebut merasa tersinggung sehingga menyulut terjadinya konflik atau perkelahian. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) bidal-bidal prinsip kesantunan apa sajakah yang dipatuhi dalam interaksi jual-beli di Pasar Jetak Kabupaten Kudus?, (2) Bidal-bidal prinsip kesantunan apa sajakah yang dilanggar dalam interaksi jual-beli di Pasar Jetak Kabupaten Kudus?, dan (3) Implikatur apa sajakah yang terdapat dalam interaksi jual-beli di Pasar Jetak Kabupaten Kudus?. Tujuan penelitian ini adalah (1) menemukan bidal-bidal prinsip kesantunan yang dipatuhi dalam interaksi jual-beli di Pasar Jetak Kabupaten Kudus, (2) menemukan bidal-bidal prinsip kesantunan yang dilanggar dalam interaksi jual-beli di Pasar Jetak Kabupaten Kudus, dan (3) menemukan implikatur yang terdapat dalam interaksi jual-beli di Pasar Jetak Kabupaten Kudus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif bersifat deskriptif. Model ini fokusnya penunjukan makna, deskripsi, penjernihan, dan penempatan data pada konteksnya masing-masing dan seringkali melukiskannya dalam bentuk kata-kata daripada angka-angka. Adapun Peneliti menggunakan beberapa teknik dan prosedur yang disesuaikan dengan karakteristik data yang dikumpulkan dan responden penelitian. Metode dan teknik penyediaan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak dengan teknik sadap sebagai teknik dasar dan teknik simak bebas libat cakap, teknik rekam, dan teknik catat sebagai teknik lanjutan. Disebut teknik simak karena berupa penyimakan menggunakan bahasa. Disebut metode cakap karena berupa percakapan dan terjadi kontak antara peneliti dengan narasumber. Sumber data penelitian ini adalah percakapan interaksi penjual dan pembeli di Pasar Jetak yang direkam dan ditranskrip. Subjek penelitian terdiri atas penjual dan pembeli di Pasar Jetak. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang bersifat induktif. Hal tersebut dilakukan karena penelitian ini bertujuan mengidentifikasi suatu tindak tutur secara mendalam terhadap situasi sosiologi dalam keadaan bertutur sebenarnya yang tidak memungkinkan dianalisis melalui analisis statistik kuantitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) ditemukannya bidal-bidal prinsip kesantunan yang dipatuhi dalam interaksi jual beli di Pasar Jetak Kabupaten Kudus adalah bidal ketimbangrasaan, bidal kemurahhatian, bidal keperkenanan, bidal kerendahhatian, bidal kesetujuan, dan bidal kesimpatian, (2) ditemukannya bidal-bidal prinsip viii kesantunan yang dilanggar dalam interaksi jual beli di Pasar Jetak Kabupaten Kudus meliputi bidal ketimbangrasaan, bidal kemurahhatian, bidal keperkenanan, bidal kerendahhatian, bidal kesetujuan, dan bidal kesimpatian, dan (3) ditemukannya implikatur percakapan yang ditemukan dalam interaksi jual beli di Pasar Jetak Kabupaten Kudus meliputi implikatur menawar, implikatur tidak menyepakati harga, implikatur sombong, implikatur rendah hati, dan implikatur mencela. Saran perbaikan yang bisa diberikan, yaitu (1) Para penjual di Pasar Jetak Kabupaten Kudus sebaiknya menerapkan penuh prinsip kesantunan sehingga tidak terjadi tuturan-tuturan yang melanggar bidal prinsip kesantunan, (2) para pembeli yang berbelanja di Pasar Jetak Kabupaten Kudus seyogyanya juga dapat bertutur santun sehingga tidak melakukan pelanggaran bidal-bidal prinsip kesantunan, dan (3) para peneliti lain dapat melakukan penelitian lanjutan dari sisi pematuhan dan pelanggaran prinsip kerja sama.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: kesantunan, prinsip kesantunan, kesantunan berbahasa, interaksi jual beli, jual beli di pasar, implikatur
Subjects: P Language and Literature > PN Literature (General)
Fakultas: Fakultas Bahasa dan Seni > Sastra Indonesia (S1)
Depositing User: dwi setyo hastaningsih
Date Deposited: 11 Aug 2022 06:45
Last Modified: 11 Aug 2022 06:45
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/51275

Actions (login required)

View Item View Item