INTERAKSI PUSAT PERTUMBUHAN EKONOMI DAN POTENSI EKONOMI BALI TIMUR


Bella Mayriska Rahmawati, 7111417083 (2021) INTERAKSI PUSAT PERTUMBUHAN EKONOMI DAN POTENSI EKONOMI BALI TIMUR. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[thumbnail of 7111417083 - Bella Mayriska Rahmawati.pdf] PDF - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Perbedaan sektor antara kabupaten yang berada di Bali Timur dengan kabupaten/kota lainnya di Provinsi Bali menyebabkan kesenjangan. Kesenjangan antar kabupaten/kota di Provinsi Bali dilihat melalui Indeks Williamson yang pada tahun 2020 mengalami peningkatan sebesar 0,36. Perbedaan sektor mengakibatkan perbedaan pada pertumbuhan ekonomi di setiap kabupaten/kota. Salah satu indikator yang digunakan untuk mengukur pertumbuhan ekonomi suatu daerah yaitu PDRB. Kabupaten di Bali Timur mempunyai PDRB rendah karena sektor pariwisata tidak menjadi sektor utama dalam pembentukan PDRB di Bali Timur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kabupaten yang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di Bali Timur; interaksi pusat pertumbuhan ekonomi di Bali Timur dengan daerah sekitarnya di Provinsi Bali; posisi perekonomian pada masing - masing kabupaten di Bali Timur berdasarkan tingkat pertumbuhan; sektor basis dan sektor non basis pada setiap kabupaten di Bali Timur. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Metode analisis data menggunakan analisis Skalogram dan Indeks Sentralitas Marshal; analisis Gravitasi; analisis Tipologi Klassen; dan analisis Location Quotient (LQ). Hasil penelitian menunjukan bahwa Kabupaten Karangasem merupakan pusat pertumbuhan ekonomi di Bali Timur; Kabupaten Karangasem mempunyai interaksi yang paling kuat dengan Kabupaten Klungkung, sedangkan interaksi yang paling lemah dengan Kabupaten Jembrana; Kabupaten Karangasem, Kabupaten Klungkung, dan Kabupaten Bangli menempati kuadran IV yang berarti daerah relatif tertinggal; Sektor pertanian, kehutanan dan perikanan, sektor pertambangan dan penggalian, sektor administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib, dan sektor jasa lainnya merupakan sektor basis di Bali Timur. Saran dari penelitian ini adalah fungsi Kabupaten Karangasem sebagai pusat pertumbuhan ekonomi mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekitarnya melalui efek serap dan efek penetasan ke bawah; Pergerakan arus barang dan jasa agar berjalan dengan lancar dilakukan dengan memperhatikan kondisi jalan dan alat transportasi yang memadai karena hal tersebut berkaitan erat dengan biaya dan waktu yang dikeluarkan untuk menempuh perjalanan; Perlu adanya peningkatan pada teknologi produksi barang dan jasa agar memudahkan tenaga kerja dalam melakukan aktivitas ekonomi sehingga mampu meningkatkan produktivitas; Persamaan sektor basis dapat menjadikan Bali Timur sebagai sentra yang akan meningkatan daya tarik sehingga menjadi nilai tambah dalam hal produktivitas yang tinggi.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Pusat Pertumbuhan, Interaksi Pusat Pertumbuhan, Tipologi Klassen, Sektor Basis.
Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
Fakultas: Fakultas Ekonomi > Ekonomi Pembangunan, S1
Depositing User: TUKP unnes
Date Deposited: 27 Jul 2022 07:19
Last Modified: 27 Jul 2022 07:19
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/50660

Actions (login required)

View Item View Item