PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM DI NEPAL, KASUS DI VAISHNABI SECONDARY SCHOOL


Bangkit Tri Nugroho, 4401414094 (2021) PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM DI NEPAL, KASUS DI VAISHNABI SECONDARY SCHOOL. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[thumbnail of PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM DI NEPAL, KASUS DI VAISHNABI SECONDARY SCHOOL] PDF (PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM DI NEPAL, KASUS DI VAISHNABI SECONDARY SCHOOL) - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Pembelajaran IPA dapat diimplementasikan dengan berbagai pendekatan, strategi, model dan metode pembelajaran. Implementasi ini berbeda-beda dari setiap institusi pendidikan bahkan pada setiap negara. Salah satu sekolah menengah di Nepal adalah Vaishnabi Secondary School (VSS). Sekolah ini termasuk sekolah negeri yang mengakomodasi siswa jenjang taman kanak-kanak, pendidikan dasar (kelas 1-5), dan pendidikan menengah (kelas 6-10). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan variabel-variabel interaksi dan kendalanya di dalam pengajaran kelas IPA di VSS. Di dalam penelitian ini, diamati tiga variabel interaksi, yaitu variabel pertanda (guru), variabel konteks (peserta didik & sekolah), dan variabel proses (interaksi guru dengan siswa). Metode yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Pengamatan dilaksanakan di dalam kegiatan pembelajaran IPA di kelas 8, 9, dan 10. Pengumpulan data menggunakan empat teknik pengambilan data yaitu observasi, wawancara, angket, dan dokumen. Setelah data terkumpul, maka dilakukan proses triangulasi teknik untuk mengumpulkan data sekaligus menguji kredibilitas data. Hasil penelitian pada variabel pertanda menunjukkan bahwa VSS memiliki guru IPA kelas 8, 9, dan 10 yang sudah kompeten secara pendidikan dan pengalaman. Kemampuan guru tersebut dalam menggunakan bahasa inggris sudah cukup baik. Variabel konteks menunjukkan bahwa kehadiran siswa dan kesempatan siswa belajar di rumah terkendala oleh latar belakang ekonomi orang tua yang kurang mampu sehingga memaksa siswa untuk turut membantu orang tua mencari uang. Selain itu, tidak tersedia laboratorium IPA beserta alat penunjang untuk kegiatan eksperimen. Variabel proses menunjukkan bahwa guru sudah membuat perencanaan untuk pembelajaran IPA di catatan pribadi dan guru masih mengajar dengan metode ceramah secara satu arah yaitu dari guru ke siswa yang mengakibatkan siswa pasif di dalam pembelajaran. Kendala pengajaran IPA di VSS berada pada dua variabel interaksi, yaitu dalam variabel konteks dan variabel proses. Variabel konteks yaitu mengenai kondisi ekonomi siswa dan fasilitas sekolah. Kondisi ekonomi siswa mempengaruhi kehadiran di sekolah dan juga kesempatan belajar siswa di rumah. Fasilitas sekolah berdampak pada ketiadaan kegiatan praktikum yang akan mengurangi pengalaman dan kemampuan siswa. Variabel proses terkendala dengan metode pengajaran guru. Metode pengajaran ceramah kurang mendukung pada pendidikan abad 21 karena pendidikan saat ini menuntut keaktifan siswa di dalam proses pembelajaran.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Nepal, Pembelajaran IPA, Vaishnabi Secondary School
Subjects: Q Science > QR Microbiology
Fakultas: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Pendidikan Biologi, S1
Depositing User: dwi setyo hastaningsih
Date Deposited: 25 Jul 2022 01:02
Last Modified: 25 Jul 2022 01:02
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/50546

Actions (login required)

View Item View Item