EKSISTENSI PENDIDIKAN PESANTREN DI LINGKUNGAN NON MUSLIM TIONGHOA (STUDI DI PONDOK PESANTREN KAUMAN DESA KARANGTURI KECAMATAN LASEM)


MIFTACHUR ROHMAH, 3401416055 (2021) EKSISTENSI PENDIDIKAN PESANTREN DI LINGKUNGAN NON MUSLIM TIONGHOA (STUDI DI PONDOK PESANTREN KAUMAN DESA KARANGTURI KECAMATAN LASEM). Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[thumbnail of EKSISTENSI PENDIDIKAN PESANTREN DI LINGKUNGAN NON MUSLIM TIONGHOA (STUDI DI PONDOK PESANTREN KAUMAN DESA KARANGTURI KECAMATAN LASEM)] PDF (EKSISTENSI PENDIDIKAN PESANTREN DI LINGKUNGAN NON MUSLIM TIONGHOA (STUDI DI PONDOK PESANTREN KAUMAN DESA KARANGTURI KECAMATAN LASEM)) - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Pondok pesantren merupakan sebuah lembaga pendidikan Islam tradisional di Indonesia. Pada umumnya pondok pesantren berdiri dan berkembang di lingkungan yang kental dengan budaya keislamannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk pendidikan, strategi, faktor pendorong dan penghambat dalam mempertahankan eksistensi Pondok Pesantren Kauman yang berada di tengah lingkungan non-Muslim Tionghoa. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Lokasi penelitian ini berada di Pondok Pesantren Kauman Desa Karangturi, Lasem, Rembang. Informan utama KH. Moh Zaim Ahmad Ma’shoem selaku pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Kauman. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi non-partisipasi dan wawancara. Teknik analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Uji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Pendidikan yang terdapat di Pondok Pesantren Kauman yaitu pendidikan formal, non-formal, dan pendidikan karakter. (2) Strategi yang digunakan Pondok Pesantren Kauman untuk tetap bertahan di tengah lingkungan Tionghoa terbagi menjadi tiga cara yaitu (a) mempertahankan ciri khas pendidikan pondok pesantren salaf dan diimbangi pendidikan modern, (b) menerapkan akulturasi budaya Jawa-Arab-Tionghoa, (c) konsisten menanamkan konsep Islam Rahmatan Lil ‘Alamin. (3) faktor pendorong eksistensi Pondok Pesantren Kauman yaitu kerukunan umat beragama, menjunjung tinggi nilai toleransi, dan adanya ritual pesantren di ruang publik. Sedangkan faktor penghambat berasal dari tokoh agama setempat yang kurang mendukung berdirinya Pondok Pesantren Kauman. Saran, bagi warga Pondok Pesantren Kauman sebaiknya tetap konsisten memelihara keharmonisan dengan tetangga, menjaga akulturasi arsitektur yang menjadi ciri khas Pondok Pesantren Kauman, serta senantiasa memberikan motivasi kepada santri untuk tetap mempertahankan sikap toleransi kepada semua golongan,suku, etnis dan agama.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Pondok Pesantren, Pendidikan, Toleransi
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology
Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Sosiologi dan Antropologi, S1
Depositing User: dwi setyo hastaningsih
Date Deposited: 22 Jul 2022 03:50
Last Modified: 22 Jul 2022 03:50
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/50534

Actions (login required)

View Item View Item