KEMAMPUAN BERPIKIR GEOMETRI SISWA KELAS VII DITINJAU DARI INTELLIGENCE QUOTIENT MELALUI PEMBELAJARAN COLLABORRATIVE PROBLEM SOLVING BERBANTUAN SCHOOLOGY


Nurul Ma'Rifah, 0401518033 (2022) KEMAMPUAN BERPIKIR GEOMETRI SISWA KELAS VII DITINJAU DARI INTELLIGENCE QUOTIENT MELALUI PEMBELAJARAN COLLABORRATIVE PROBLEM SOLVING BERBANTUAN SCHOOLOGY. Masters thesis, UNNES.

[thumbnail of 0401518033 UPLOAD LENGKAP - NURUL MA`RIFAH.pdf] PDF - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (6MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menguji kualitas pembelajaran melalui Collaborative Problem Solving berbantuan schoology terhadap kemampuan berpikir geometri siswa kelas VII, (2) Mendeskripsikan pola kemampuan berpikir geometri siswa kelas VII ditinjau dari Intelegence Quotient (IQ) pada model pembelajaran Collaborative Problem Solving (CPS) berbantuan schoology. Penelitian dilaksanakan dengan metode mixed method model sequential explanatory. Populasi penelitian adalah kemampuan berpikir geometri siswa kelas VII SMP Negeri 3 Temanggung tahun pelajaran 2020/2021 dengan sampel kemampuan berpikir geometri siswa kelas VII A dan VII B. Subjek penelitian adalah kemampuan berpikir geometri sesuai dengan kategori IQ siswa kelas VII B. Hasil penelitian diperoleh bahwa pembelajaran melalui CPS berbantuan schoology terhadap kemampuan berpikir geometri dapat dikatakan berkualitas. Berdasarkan hasil pada tahap persiapan dan tahap pelaksanaan dalam kategori sangat baik dan pada tahap evaluasi pembelajaran dikatakan efektif. Pola kemampuan berpikir geometri bervariasi untuk masing-masing kategori IQ. Ditemukan irisan pola kemampuan berpikir geometri khususnya untuk IQ rata- rata dan rata-rata rendah. Pola irisan terjadi karena dampak dari pembelajaran CPS. Terdapat subjek S-12 IQ rata-rata tinggi dengan kemampuan berpikir geometri tingkat informal deductif, S-12 mampu melewati indikator tingkat visualization dan analysis sesuai sifat tingkat berpikir geometri yaitu fixed sequency. Subjek S-31 dan S-8 IQ rata-rata dengan kemampuan berpikir geometri tingkat informal deductif dan analysis. S-31 memiliki kemampuan berpikir geometri tingkat yang sama dengan S-12, subjek S-8 pada tingkat analysis mampu melewati indikator tingkat visualization. Subjek S-22 dan S-1 IQ rata-rata rendah dengan kemampuan berpikir geometri tingkat analysis dan visualization. S-22 memiliki kemampuan berpikir geometri tingkat yang sama dengan S-8, subjek S-1 pada tingkat visualization sesuai sifat berpikir Van Hiele yaitu Adjacency, S-1 hanya mampu mengidentifikasi namun belum mampu menganalisisnya. Terdapat subjek S-24 IQ borderline defect yang belum mencapai tingkat visualization, S-24 belum mengidentifikasi secara utuh indikator tingkat visualization. Setiap siswa memiliki kategori IQ yang berbeda-beda. Pemberian tes IQ dapat diambil pada awal pembelajaran sehingga guru mampu menciptakan proses pembelajaran yang terus menumbuhkan performa siswa untuk lebih aktif dalam mengemukakan pendapatnya.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Kemampuan Berpikir Geometri, Intelligence Quotient, Collaborative Problem Solving, Schoology
Subjects: L Education > L Education (General)
Fakultas: Pasca Sarjana > Pendidikan Matematika, S2
Depositing User: S.Hum Maria Ayu
Date Deposited: 30 Mar 2022 13:53
Last Modified: 30 Mar 2022 13:53
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/49348

Actions (login required)

View Item View Item