RELASI SOSIAL PENGANUT ABOGE DI DESA GANDU KECAMATAN TEMBARAK KABUPATEN TEMANGGUNG


Listiya Ngesti Lestari, 3301416013 (2020) RELASI SOSIAL PENGANUT ABOGE DI DESA GANDU KECAMATAN TEMBARAK KABUPATEN TEMANGGUNG. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[thumbnail of 3301416013 - Listiya Ngesti Lestari ....pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Relasi sosial merupakan hubungan antar individu, antar kelompok maupun antar individu dengan kelompok yang dilakukan secara langsung maupun tidak langsung dan saling mempengaruhi satu sama lain. Sebuah relasi sosial dapat terjadi apabila dilakukan oleh dua orang atau lebih. Relasi sosial memiliki hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi antar pihak yang melakukan relasi sosial, yang nantinya akan menimbulkan proses relasi sosial yang bersifat assosiatif maupun dissosiatif. Desa Gandu merupakan desa yang terkenal akan adanya ajaran Aboge yang masih dijaga oleh masyarakatnya. Ajaran Aboge ialah bentuk perpaduan Islam dengan budaya Jawa yang terkenal dengan penanggalan Abogenya dalam menentukan kegiatan-kegiatan tradisi. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui relasi sosial dalam masyarakat penganut Aboge di Desa Gandu, cara-cara penganut Aboge di Desa Gandu melestarikan ajaran-ajaran keagamaannya serta bagaimana ajaran Aboge menjadi dasar dalam relasi sosial di Desa Gandu, Kecamatan Tembarak, Kabupaten Temanggung. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang dilakukan di Desa Gandu Kecamatan Tembarak Kabupaten Temanggung. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Terdapat dua sumber data yaitu primer dan sekunder. Alat yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah pedoman wawancara, alat dokumentasi, dan lembar observasi. Uji validitas data menggunakan teknik triangulasi sumber. Analisis data yang digunakan adalah model interaktif dengan tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relasi sosial penganut Aboge di Desa Gandu dalam proses asosiatif telah berjalan dengan baik, sedangkan untuk proses disosiatifnya masih membutuhkan penanganan lebih lanjut dari aparatur desa agar tidak terjadi secara terus-menerus. Peran pemangku adat ajaran Aboge di Desa Gandu sangat besar yang diwujudkan dalam kegiatan tradisi yang dilaksanakan, sedangkan untuk peran keluarga dan sanksi masih harus ditingkatkan. Sedangkan, ajaran Aboge merupakan faktor terbesar yang menyatukan serta memperkuat rasa persaudaraan antarmasyarakat penganut Aboge di Desa Gandu, sedangkan untuk fungsi-fungsi lain belum berjalan dengan baik dikarenakan masih kurangnya peran seluruh masyarakat dalam prosesnya.. Saran yang diajukan dalam penelitian ini yakni masyarakat perlu menyelenggaraan kegiatan-kegiatan khusus yang mampu mempererat persaudaraan dan kerukunan. Kegiatan-kegiatan yang menyertakan semua masyarakat dapat dilaksanakan secara terus-menerus atau bahkan ditambah, Pemerintah Desa Gandu perlu menetapkan sanksi yang tegas terhadap para pelanggar untuk mengakibatkan efek jera, selain itu juga perlu diselenggarakan pendidikan yang terstruktur berkaitan dengan ajaran Aboge sehingga para generasi muda tidak melupakan warisan budayanya, serta pemangku adat beserta atau tokoh masyarakat perlu menggali sejarah Aboge lebih dalam agar keberadaan Aboge dapat menjadi identitas desa.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Relasi sosial, penganut Aboge
Subjects: J Political Science > JA Political science (General)
J Political Science > JC Political theory
Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, S1
Depositing User: Setyarini UPT Perpus
Date Deposited: 19 Oct 2021 04:35
Last Modified: 19 Oct 2021 04:35
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/47305

Actions (login required)

View Item View Item