Ketidakpedulian Orang Tua Pada Pendidikan Formal Anak (Studi Pada Komunitas Nelayan Di Kelurahan Pacar Kecamatan Rembang Kabupaten Rembang).

Agustina, 2008 (2008) Ketidakpedulian Orang Tua Pada Pendidikan Formal Anak (Studi Pada Komunitas Nelayan Di Kelurahan Pacar Kecamatan Rembang Kabupaten Rembang). Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF (Ketidakpedulian Orang Tua Pada Pendidikan Formal Anak (Studi Pada Komunitas Nelayan Di Kelurahan Pacar Kecamatan Rembang Kabupaten Rembang).) - Published Version
Download (28Kb)

    Abstract

    Agustina, Sholikah, Nur Ika. 2008. Ketidakpedulian Orang Tua Pada Pendidikan Formal Anak (Studi Pada Komunitas Nelayan Di Kelurahan Pacar Kecamatan Rembang Kabupaten Rembang). Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang. Dra. Tri Esti Budiningsih dan Dra. Sri Maryati Deliana, M.Si Kata kunci: Ketidakpedulian, Pendidikan formal, Komunitas Nelayan Pendidikan merupakan aspek penting dalam pembangunan bangsa. Pemerintah dengan berbagai program, berusaha untuk memajukan pendidikan di Indonesia. Salah satu dengan adanya sekolah gratis. Namun kenyataannya di Kelurahan Pacar masih banyak anak yang tidak di sekolahkan oleh orang tuanya hingga jenjang SMP. Ada tiga keluarga yang tidak peduli dengan pendidikan anaknya, sehingga anak menjadi drop out sekolah dan tidak melanjutkan di jenjang SMP. Ketidak pedulian orang tua ini membuat penulis tertarik untuk mengetahui apasaja perilaku ketidak pedulian pada pendidikan formal anak, serta faktor apa saja yang mempengaruhi ketidak pedulian orang tua pada pendidikan formal anak. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk ketidak kepedulian orang tua yang berprofesi nelayan pada pendidikan formal dan mendeskripsikan faktor yang paling mempengaruhi orang tua untuk tidak menyekolahkan anak pada pendidikan formal. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif, dengan menggunakan wawancara mendalam. Subyek yang digunakan berjumlah enam orang yaitu orang tua yang tidak menyekolahkan anak pada pendidikan formal baik SD maupun SMP. Hasil dari penelitian ini menunjukkan Perilaku tidak peduli pada pendidikan formal yang terlihat di keluarga Y dan B adalah tidak menyekolahkan anak sehingga anak drop out. Tidak membujuk anak saat tidak mengikuti pelajaran tambahan, membiarkan anak tidak belajar, serta tidak bertanya tentang peralatan belajar anak. Faktor yang mempengaruhi Y dan B tidak menyekolahkan anak adalah pendidikan orang tua yang rendah sehingga tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang pendidikan, budaya masyarakat yang konsumtif dan tidak menabung untuk masa depan, pendapat masyarakat yang menyatakan sekolah tidak menjadikan seseorang sukses, standar kesuksesan bukan pendidikan tetapi kekayaan, dukungan masyarakat yang kurang disertai tindakan nyata, pendapat ijasah tidak diperlukan saat menangkap ikan di laut, dan pola asuh permisif yang selalu menuruti permintaan anak. Penyebab anak keluarga Y dan B drop out adalah kemauan anak sendiri dan anak merasa pelajaran merupakan beban. Perilaku tidak peduli pada pendidikan formal yang terlihat di keluarga S dan Sn adalah tidak menyekolahkan anak sehingga anak drop out. Tidak memberi tanggung jawab bagi anak untuk belajar sehingga anak merasa tidak perlu untuk belajar. Faktor yang mempengaruhi S dan Sn tidak menyekolahkan anak adalah pendidikan orang tua yang rendah, Budaya masyarakat yang agamis dan percaya pesantren bisa mengganti pendidikan formal, Pengalaman buruk anak pada sekolah, Persepsi bahwa anak perempuan tidak perlu sekolah tinggi, Ortu meredam dukungan masyarakat pada anak, dan Pola asuh permisif sehingga menuruti permintaan anak untuk drop out. Penyebab anak keluarga S dan Sn drop out dari sekolah karena anak tertekan berada di sekolah dan diganggu oleh teman. Perilaku tidak peduli pada pendidikan formal yang terlihat di keluarga K dan R adalah tidak menyekolahkan anak hingga SLTP. Tidak menerima bantuan orang untuk menyekolahkan anaknya. R sebagai ibu tidak pernah membelikan peralatan belajar anak dan menunggu anak meminta terlebih dahulu. R tidak peduli dan lebih mementingkan mencari uang untuk membantu perekonomian keluarga. Faktor yang mempengaruhi K dan R tidak menyekolahkan anak adalah pendidikan orang tua yang rendah sehingga kurangnya pengetahuan jika pendidikan itu perlu, rasa sayang yang berlebihan pada anak sehingga ingin melindungi, budaya masyarakat yang tidak banyak bersekolah, ekonomi orang tua, dan harapan pada anak perempuan. Penyebab anak keluarga K dan R drop out adalah kemauan anak sendiri karena ingin membantu orang tua mencari nafkah. Simpulan dari hasil diatas adalah terdapatnya pola asuh permisif pada keluarga nelayan, serta memiliki standar kesuksesan adalah kekayaan bukan pendidikan sehingga ketiga keluarga tidak peduli pada pendidikan formal anak. Serta adanya persepsi bahwa anak perempuan tidak diwajibkan memiliki pendidikan yang tinggi, tugas orang tua hanya mencarikan jodoh yang baik bagi anak perempuannya. Adanya interaksi yang terus menerus menyebabkan anak tidak memiliki pilihan yang lain selain menjadi nelayan. Anak akan meremehkan pelajaran karena dinilai tidak memberikan andil besar saat mencari ikan di laut. Anak akan semakin tertinggal di pelajaran dan memilih untuk keluar sekolah karena pelajaran dinilai beban. Berdasarkan dari hasil penelitian diatas, diajukan saran sebagai berikut: kepada ketiga keluarga diharapkan mendorong anak untuk bersekolah sampai pendidikan dasar 9 tahun bahkan sampai SMU atau sarjana. Bagi anak yang telah terlanjur berhenti sekolah diharapkan diberikan bekal ketrampilan sehingga lebih terampil dalam mencari pekerjaan. Pada daerah tertentu diperlukan sekolah yang sesuai dengan karakteristik nelayan di daerah. Pemerintah setempat diharapkan membuka sekolah khusus bagi anak-anak nelayan sehingga jadwal masuk dapat disesuaikan dengan musim labuh (mencari ikan) dan musim laeb (sepi ikan). Kepada penelitian selanjutnya agar dapat memaksimalkan teknik pengumpulan data seperti wawancara dan observasi, serta dapat meneliti lebih lanjut pada motivasi anak nelayan dalam pendidikan formal

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Ketidakpedulian, Pendidikan formal, Komunitas Nelayan
    Subjects: Fakultas Ilmu Pendidikan > Psikologi (S1)
    H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman
    Fakultas: Fakultas Ilmu Pendidikan > Psikologi (S1)
    Depositing User: Hapsoro Adi Perpus
    Date Deposited: 26 Sep 2011 22:48
    Last Modified: 26 Sep 2011 22:49

    Actions (login required)

    View Item